šŸ  Beranda › Berita › Harga Emas Tertekan, Keputusan The Fed J…

Gold

Harga Emas Tertekan, Keputusan The Fed Jadi Penentu Arah

šŸ“… 2026-10-26   šŸ• 07:04   ā±ļø 2 menit baca   šŸ“° Sumber: Newsmaker.idšŸ’¬ WAšŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (26/10), setelah mencatatkan penurunan mingguan terdalam sejak Juni lalu. Emas spot diperdagangkan di kisaran US$3.996,80 per troy ounce pada pukul 06.18 WIB, menyusul pelemahan lebih dari 4% sepanjang pekan sejak awal. Ayunan ini mencerminkan sikap hati-hati investor dalam menghadapi ketidakpastian harga energi internasional serta menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Sementara itu, harga minyak mulai mengalami koreksi terbatas dari level tertinggi dalam enam bulan, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa dirinya hampir mengambil keputusan terkait kemungkinan kesepakatan dengan Iran atau melanjutkan serangan militer.

Tekanan kepada emas masih dipengaruhi oleh tingginya harga energi yang meningkatkan risiko inflasi dunia. Meskipun harga minyak mulai mengalami penurunan, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat konflik AS-Iran belum sepenuhnya mereda. Di sisi lain, suasana pasar konsumen AS terekam turun ke level terendah dalam lima bulan pada Oktober, memberikan sinyal melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap prospek ekonomi. Kondisi tersebut menciptakan dilema bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter, mengingat tekanan inflasi yang masih tinggi berpotensi membatasi ruang pelonggaran suku bunga, sementara perlambatan ekonomi membutuhkan dukungan kebijakan yang lebih akomodatif.

Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober mendatang, dengan bursa memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 10%.

Meskipun bank sentral AS ditaksir akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, lonjakan biaya energi telah memperkuat spekulasi mengenai kemungkinan pengetatan moneter sebelum akhir tahun. Ekspektasi suku bunga tinggi merupakan salah satu faktor utama yang membebani emas karena meningkatkan daya tarik komoditi berbasis imbal hasil. Selain itu, tekanan jual pada saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) turut memengaruhi market logam mulia, ketika sebagian investor melepas kepemilikan emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dan menutupi kerugian di pasar saham.

Newsmaker mencermati bahwa prospek koreksi emas dalam jangka pendek masih dibayangi kombinasi tekanan inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Sejak konflik AS-Iran dimulai pada akhir Februari, harga emas dilaporkan telah kehilangan sekitar seperempat nilainya, mencerminkan besarnya tekanan yang dihadapi logam mulia.

Area psikologis US$4.000 per troy ounce kini merupakan perhatian utama market

Area psikologis US$4.000 per troy ounce kini merupakan perhatian utama market. Apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat dan imbal hasil obligasi AS kembali meningkat, emas berisiko melanjutkan pelemahan. Sebaliknya, meredanya ketegangan Timur Tengah, penurunan harga minyak, serta sinyal kebijakan moneter yang lebih lunak dapat membuka peluang pemulihan harga emas.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

šŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

šŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
šŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

šŸ“° Sumber asli: newsmaker