🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Harga Minyak Terkoreksi, Ketegangan Timu…

Oil

Harga Minyak Terkoreksi, Ketegangan Timur Tengah Masih Jadi Risiko

πŸ“… 2026-10-26   πŸ• 17:39   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak melemah pada

Senin(26/10) setelah mencatat kenaikan kuat sepanjang pekan sejak awal, namun

masih bertahan dekat level tertinggi dalam enam bulan. Brent turun -6.24% ke

US$110,82 per barel, sementara WTI mengalami penurunan 2% ke US$101,19 per barel. Koreksi

terjadi di tengah harapan meredanya ketegangan AS-Iran, meski serangan kepada

fasilitas dan infrastruktur Arab Saudi masih membuat market waspada.

Upaya diplomasi kembali merupakan

perhatian setelah mediator dari Qatar menuju Tehran untuk membantu meredakan

ketegangan regional dalam koordinasi dengan Amerika Serikat. Para pejabat

senior Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga dijadwalkan bertemu dengan pemimpin

senior Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga dijadwalkan bertemu dengan pemimpin

Iran. Perkembangan tersebut memunculkan harapan bahwa jalur diplomasi dapat

mengurangi risiko gangguan pasokan energi.

Namun, risiko pasokan belum

sepenuhnya mereda karena serangan Houthi terus berlanjut sepanjang akhir pekan.

Kelompok tersebut mengklaim menyerang stasiun pemompaan pipa minyak mentah

Timur-Barat Arab Saudi serta Bandara Riyadh

Timur-Barat Arab Saudi serta Bandara Riyadh. Arab Saudi juga melaporkan

berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone, sehingga risiko kepada

infrastruktur energi masih merupakan perhatian peringkat.

Gangguan terhadap pelayaran

komersial di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb juga terus membayangi market

energi. Data Washington Institute memaparkan Oktober merupakan periode terburuk

bagi serangan kepada kapal komersial di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya

bagi serangan kepada kapal komersial di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.

Kondisi ini berpotensi menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi meskipun

harga minyak mengalami koreksi.

Di sisi lain, Saudi Aramco

berencana mulai menyimpan minyak mentah di Singapura pada paruh kedua 2027

untuk memperkuat ketahanan rantai pasok regional. Kepala IEA Fatih Birol juga

memperingatkan bahwa bursa energi pada 2027 belum tentu kembali ke kondisi

memperingatkan bahwa bursa energi pada 2027 belum tentu kembali ke kondisi

sebelum perang Iran. Dengan demikian, koreksi minyak sekarang masih berpotensi

terbatas selama risiko serangan dan gangguan pasokan belum benar-benar mereda.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker