Emas Jebol US$4.020, Ada Apa dengan Gold?
Emas Jebol US$4.020, Ada Apa dengan Gold?

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Jebol US$4.020, Ada Apa dengan Gold…

Gold

Emas Jebol US$4.020, Ada Apa dengan Gold?

πŸ“… 2026-10-23   πŸ• 06:54   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas dunia kembali

mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat (23/10/2026), dengan emas spot

(XAU/USD) merosot ke sekitar US$4.025 per troy ounce pada awal sesi Asia.

Penurunan tersebut membawa emas ke level terendah dalam lebih dari dua bulan terakhir,

sekaligus memperpanjang tekanan jual di peringkat logam mulia. Menariknya,

pelemahan emas terjadi ketika ketegangan geopolitik Timur Tengah semakin

memanas, kondisi yang biasanya meningkatkan permintaan kepada instrumen aman

memanas, kondisi yang biasanya meningkatkan permintaan kepada instrumen aman.

Lonjakan harga minyak dunia

merupakan salah satu faktor utama yang membebani gerakan emas. Serangan

mematikan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran kepada keamanan pasokan

mematikan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran kepada keamanan pasokan

energi dunia dan memicu risiko lonjakan inflasi akibat kenaikan biaya bahan bakar.

Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang sebuah bandara di wilayah

timur Arab Saudi, sementara sebuah drone dilaporkan berhasil dicegat ketika

timur Arab Saudi, sementara sebuah drone dilaporkan berhasil dicegat ketika

berupaya menyerang fasilitas pengolahan milik Saudi Aramco di ladang minyak

Shaybah. Ketegangan tersebut membuat bursa semakin khawatir kepada potensi

gangguan distribusi energi.

Kenaikan harga minyak berpotensi

memperbesar tekanan inflasi Amerika Serikat, sehingga meningkatkan kemungkinan

Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama

Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Kondisi ini merupakan suasana pasar negatif bagi emas karena logam mulia tidak

memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga diestimasi tetap tinggi, instrumen

berbunga seperti obligasi pemerintah AS merupakan relatif lebih menarik

berbunga seperti obligasi pemerintah AS merupakan relatif lebih menarik, sehingga

dapat mengurangi minat investor untuk memegang emas.

Perhatian investor kini tertuju

pada pertemuan kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober 2026

pada pertemuan kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober 2026. Berdasarkan CME

FedWatch Tool yang dikutip dalam laporan tersebut, probabilitas The Fed

mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober mencapai 92,8%. Namun, peringkat

masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember

masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember. Ketua The

Fed Kevin Warsh sejak awal juga belum memberikan petunjuk pasti mengenai

keputusan Oktober, meskipun data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan

tetap merupakan perhatian utama bank sentral.

Ke depan, koreksi emas ditaksir masih

menghadapi tekanan selama harga minyak bertahan tinggi dan ekspektasi

pengetatan kebijakan The Fed belum mereda

pengetatan kebijakan The Fed belum mereda. Jika tekanan jual berlanjut, level

psikologis US$4.000 berpotensi merupakan perhatian berikutnya bagi pelaku peringkat.

Sebaliknya, meredanya kekhawatiran inflasi atau munculnya sinyal kebijakan The

Fed yang lebih lunak dapat membuka peluang pemulihan

Fed yang lebih lunak dapat membuka peluang pemulihan. Kini pertanyaan terbesar

bursa adalah apakah emas mampu bertahan di atas US$4.000 atau justru melanjutkan

penurunan menjelang keputusan suku bunga AS pekan depan.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker