
π Beranda βΊ Berita βΊ Harga emas Terjun Bebas, Kekhawatiran Inβ¦
Gold
Harga Emas Terjun Bebas, Kekhawatiran Inflasi AS Mengguncang Pasar
- prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed)
- atau US$87,70 merupakan US$4.042,80 per troy ounce, mencatatkan penurunan harian
- spot merosot 2,9% merupakan US$4.022,39 per troy ounce, menyentuh level terendah
- bulan terakhir
- perkiraan turut meningkatkan kekhawatiran kepada berlanjutnya tekanan harga
- kenaikan suku bunga pada Desember sebesar sekitar 78%, berdasarkan CME FedWatch
- secara tradisional dianggap sebagai instrumen lindung nilai kepada inflasi dan
- ditaksir masih akan menghadapi volatilitas tinggi sejalan ketidakpastian
- (PCE) pada 29 Oktober yang berpotensi memberikan petunjuk tambahan mengenai
- kekhawatiran inflasi dan melemahnya imbal hasil obligasi AS dapat membuka
Harga emas berjangka di bursa
COMEX New York ditutup merosot tajam pada perdagangan Kamis (22/10/2026), di
tengah meningkatnya kekhawatiran kepada inflasi Amerika Serikat (AS) dan
prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed)
prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Kontrak emas berjangka
AS untuk pengiriman Desember turun 2,2% dan menetap di US$4.060,40 per troy
ounce. Sementara itu, kontrak emas COMEX untuk pengiriman Oktober merosot 2,12%
atau US$87,70 merupakan US$4.042,80 per troy ounce, mencatatkan penurunan harian
atau US$87,70 merupakan US$4.042,80 per troy ounce, mencatatkan penurunan harian
terbesar sejak 28 September. Pelemahan tersebut mencerminkan meningkatnya
tekanan jual di pasar logam mulia ketika investor kembali mempertimbangkan
risiko kebijakan moneter yang lebih ketat.
Sejalan dengan pelemahan pasar
berjangka, harga emas spot (XAU/USD) turut mengalami penurunan signifikan. Emas
spot merosot 2,9% merupakan US$4.022,39 per troy ounce, menyentuh level terendah
spot merosot 2,9% merupakan US$4.022,39 per troy ounce, menyentuh level terendah
sejak 3 Agustus 2026. Penurunan harga emas terjadi bersamaan dengan lonjakan
harga minyak mentah sekitar 4% hingga mencapai posisi tertinggi dalam lima
bulan terakhir
bulan terakhir. Eskalasi konflik Timur Tengah, termasuk serangan kelompok
Houthi di Arab Saudi, meningkatkan kekhawatiran kepada gangguan pasokan
energi yang berpotensi memperbesar tekanan inflasi internasional.
Lonjakan harga energi memperkuat
ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketat
lebih lama. Data inflasi konsumen dan produsen AS yang sejak lama melampaui
perkiraan turut meningkatkan kekhawatiran kepada berlanjutnya tekanan harga
perkiraan turut meningkatkan kekhawatiran kepada berlanjutnya tekanan harga.
Meskipun pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada
pertemuan 27β28 Oktober mendatang, pelaku pasar masih memperhitungkan peluang
kenaikan suku bunga pada Desember sebesar sekitar 78%, berdasarkan CME FedWatch
kenaikan suku bunga pada Desember sebesar sekitar 78%, berdasarkan CME FedWatch
Tool. Prospek kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi pemerintah AS
merupakan faktor yang membatasi daya tarik emas, meskipun logam mulia tersebut
secara tradisional dianggap sebagai instrumen lindung nilai kepada inflasi dan
secara tradisional dianggap sebagai instrumen lindung nilai kepada inflasi dan
ketidakpastian geopolitik.
Ke depan, pergerakan emas
ditaksir masih akan menghadapi volatilitas tinggi sejalan ketidakpastian
ditaksir masih akan menghadapi volatilitas tinggi sejalan ketidakpastian
harga energi, perkembangan konflik Timur Tengah, serta arah kebijakan moneter
AS. Investor juga menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures
(PCE) pada 29 Oktober yang berpotensi memberikan petunjuk tambahan mengenai
(PCE) pada 29 Oktober yang berpotensi memberikan petunjuk tambahan mengenai
langkah The Fed berikutnya. Area psikologis US$4.000 per troy ounce kini
merupakan perhatian pasar apabila tekanan jual berlanjut. Sebaliknya, meredanya
kekhawatiran inflasi dan melemahnya imbal hasil obligasi AS dapat membuka
kekhawatiran inflasi dan melemahnya imbal hasil obligasi AS dapat membuka
peluang pemulihan emas. Namun, selama ekspektasi pengetatan moneter masih kuat,
ruang penguatan logam mulia berpotensi tetap terbatas.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
π° Sumber asli: newsmaker