
π Beranda βΊ Berita βΊ Brent Tembus US$113, Krisis Pasokan Mengβ¦
Oil
Brent Tembus US$113, Krisis Pasokan Mengintai!
- gangguan pasokan energi di Timur Tengah
- Brent masih bertahan di dekat level tertinggi lima bulan terakhir, mencerminkan
- serangan kelompok Houthi kepada Arab Saudi, salah satu eksportir minyak
- di Dhahran pada Kamis, ketika bentrokan antara kelompok Houthi dan koalisi
- perdagangan internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan jalur menuju
- Libya, setelah katup pipa minyak yang menghubungkan ladang Hamada dan Tahara
- kesiapannya melanjutkan pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat pada
- dapat berlangsung pada awal November
- jalur kenaikan untuk pekan ketiga berturut-turut, sementara WTI berpotensi
Harga minyak dunia bergerak
relatif stabil pada perdagangan Jumat (23/10/2026) sesi Asia, setelah melonjak
sekitar 4% pada sesi di awal akibat meningkatnya kekhawatiran kepada
gangguan pasokan energi di Timur Tengah
gangguan pasokan energi di Timur Tengah. Minyak Brent berjangka turun tipis
0,2% atau 21 sen merupakan US$112,96 per barel, sementara West Texas Intermediate
(WTI) mengalami penurunan 0,3% atau 27 sen ke level US$98,12 per barel. Meski terkoreksi,
Brent masih bertahan di dekat level tertinggi lima bulan terakhir, mencerminkan
Brent masih bertahan di dekat level tertinggi lima bulan terakhir, mencerminkan
besarnya risiko geopolitik yang membayangi market energi dunia.
Ketegangan meningkat setelah
serangan kelompok Houthi kepada Arab Saudi, salah satu eksportir minyak
serangan kelompok Houthi kepada Arab Saudi, salah satu eksportir minyak
terbesar dunia, memicu kekhawatiran akan terganggunya aktivitas produksi dan
distribusi energi. Saudi Aramco dilaporkan memerintahkan evakuasi kantor pusatnya
di Dhahran pada Kamis, ketika bentrokan antara kelompok Houthi dan koalisi
di Dhahran pada Kamis, ketika bentrokan antara kelompok Houthi dan koalisi
pimpinan Arab Saudi semakin intensif. Konflik tersebut turut meningkatkan
risiko keamanan jalur pelayaran Bab el-Mandeb, salah satu titik penting
perdagangan internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan jalur menuju
perdagangan internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan jalur menuju
Terusan Suez.
Gangguan pasokan juga muncul dari
Libya, setelah katup pipa minyak yang menghubungkan ladang Hamada dan Tahara
Libya, setelah katup pipa minyak yang menghubungkan ladang Hamada dan Tahara
menuju pelabuhan Zawiya ditutup. Penutupan tersebut menyebabkan penurunan
produksi di kedua ladang, sehingga menambah kekhawatiran kepada ketersediaan
minyak dunia. Kombinasi gangguan produksi di Afrika Utara dan meningkatnya
risiko distribusi di Timur Tengah memberikan dukungan bagi harga minyak,
meskipun pelaku bursa mulai melakukan penyesuaian posisi setelah kenaikan tajam
pada perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, perkembangan
diplomasi Rusia dan Ukraina turut merupakan perhatian investor. Rusia menyatakan
kesiapannya melanjutkan pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat pada
kesiapannya melanjutkan pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat pada
November, setelah Presiden Vladimir Putin bertemu utusan AS Steve Witkoff di
St. Petersburg. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy juga berharap perundingan
dapat berlangsung pada awal November
dapat berlangsung pada awal November. Kemajuan negosiasi berpotensi memengaruhi
prospek pasokan energi Rusia, mengingat sanksi internasional selama ini telah
membatasi akses minyak Rusia ke peringkat mancanegara.
Ke depan, harga Brent ditaksir masih
bergerak volatil bersamaan perkembangan konflik Timur Tengah, gangguan produksi
Libya, dan prospek perundingan Rusia-Ukraina. Secara mingguan, Brent berada di
jalur kenaikan untuk pekan ketiga berturut-turut, sementara WTI berpotensi
jalur kenaikan untuk pekan ketiga berturut-turut, sementara WTI berpotensi
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
π° Sumber asli: newsmaker