🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Melemah, Trump Redakan Risiko Ira…

Oil

Minyak Melemah, Trump Redakan Risiko Iran

πŸ“… 2026-10-09   πŸ• 07:15   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak melemah pada

perdagangan Jumat (9/10) setelah Presiden AS Donald Trump menuturkan Amerika

Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela pada 3 November. Brent

turun 0,4% ke US$103,94 per barel, sementara WTI melemah 0,2% ke US$91,27

turun 0,4% ke US$103,94 per barel, sementara WTI melemah 0,2% ke US$91,27.

Pernyataan tersebut mengurangi kekhawatiran market kepada potensi eskalasi

langsung antara Washington dan Tehran setelah sejak lama harga minyak melonjak

akibat meningkatnya risiko konflik.

Trump juga menyatakan pembicaraan

dengan Iran berlangsung produktif, meskipun ketegangan di kawasan masih tinggi.

Di sisi lain, laporan mengenai rencana serangan selama tiga hari yang telah

Di sisi lain, laporan mengenai rencana serangan selama tiga hari yang telah

disiapkan Pentagon menyiratkan bahwa risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang.

Karena itu, pelemahan minyak lebih mencerminkan berkurangnya risiko eskalasi

dalam waktu dekat, bukan berakhirnya konflik maupun ancaman kepada pasokan

dalam waktu dekat, bukan berakhirnya konflik maupun ancaman kepada pasokan

Dari sisi pasokan, tekanan

kepada harga masih tertahan oleh gangguan produksi di Amerika Serikat.

Hurricane Isaias telah menyebabkan sekitar 1,3 juta barel per hari produksi

Hurricane Isaias telah menyebabkan sekitar 1,3 juta barel per hari produksi

minyak di Teluk Meksiko dihentikan, atau lebih dari 60% produksi kawasan tersebut.

Gangguan ini merupakan perhatian karena terjadi bersamaan dengan risiko pasokan

dari Timur Tengah, sehingga bursa masih menghadapi ketidakpastian dari dua

dari Timur Tengah, sehingga bursa masih menghadapi ketidakpastian dari dua

kawasan produksi penting.

Selat Hormuz juga tetap merupakan

faktor utama. Meskipun arus minyak melalui jalur tersebut mulai meningkat,

serangan kepada kapal dan meningkatnya biaya pengiriman masih memberikan

premi risiko pada harga minyak. Konflik antara Houthi dan Arab Saudi turut

menambah ketidakpastian kepada keamanan jalur perdagangan energi

menambah ketidakpastian kepada keamanan jalur perdagangan energi. Dengan

demikian, market masih memiliki alasan untuk mempertahankan harga minyak di

level tinggi meskipun risiko serangan AS kepada Iran untuk sementara mereda.

Newsmaker melihat, harga minyak

masih berada dalam kondisi volatil dengan dua katalis yang berlawanan.

Meredanya risiko serangan AS kepada Iran memberikan tekanan turun, sementara

gangguan produksi akibat badai dan risiko keamanan di Selat Hormuz merupakan

gangguan produksi akibat badai dan risiko keamanan di Selat Hormuz merupakan

penopang harga. Dalam jangka pendek, arah minyak akan sangat bergantung pada

perkembangan pembicaraan AS-Iran, kondisi pelayaran di Hormuz, serta pemulihan

produksi AS. Jika ketegangan geopolitik terus mereda dan produksi kembali

normal, Brent berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut. Sebaliknya, eskalasi

baru dapat dengan cepat mengembalikan premi risiko ke bursa.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading