π Beranda βΊ Berita βΊ Gold Stabil, Iran dan The Fed Jadi Penenβ¦
Gold
Gold Stabil, Iran dan The Fed Jadi Penentu
- troy ounce, setelah sejak awal sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan
- mengurangi kekhawatiran kepada eskalasi konflik
- sementara ancaman kepada jalur perdagangan energi tetap merupakan perhatian
- tetapi peluang kenaikan dalam beberapa bulan berikutnya tetap terbuka
- membantu membawa inflasi kembali menuju target 2%
- menurun setelah di awal melonjak akibat risiko geopolitik dan gangguan
- produksi minyak di Teluk Meksiko AS
- bagi emas untuk rebound, sementara penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku
- pernyataan pejabat The Fed untuk menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut
Harga emas bergerak relatif
stabil pada perdagangan Jumat (9/10) sesi Asia, setelah mencatat penguatan
moderat pada sesi sejak lama. Gold (XAU/USD) berada di sekitar US$4.146 per
troy ounce, setelah sejak awal sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan
troy ounce, setelah sejak awal sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan.
Koreksi emas dipengaruhi oleh tarik-menarik antara ketegangan geopolitik di
Timur Tengah dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dari sisi geopolitik, pernyataan
Presiden AS Donald Trump bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran
sebelum pemilu sela November memberikan sedikit ruang bagi market untuk
mengurangi kekhawatiran kepada eskalasi konflik
mengurangi kekhawatiran kepada eskalasi konflik. Trump juga mengungkapkan pembicaraan
dengan Iran berlangsung produktif. Namun, risiko belum sepenuhnya mereda karena
Iran masih meningkatkan serangan kepada kapal tanker di sekitar Selat Hormuz,
sementara ancaman kepada jalur perdagangan energi tetap merupakan perhatian
sementara ancaman kepada jalur perdagangan energi tetap merupakan perhatian
Di sisi moneter, pasar masih
memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober,
tetapi peluang kenaikan dalam beberapa bulan berikutnya tetap terbuka
tetapi peluang kenaikan dalam beberapa bulan berikutnya tetap terbuka. Presiden
Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem menyatakan suku bunga
kemungkinan perlu dinaikkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan untuk
membantu membawa inflasi kembali menuju target 2%
membantu membawa inflasi kembali menuju target 2%. Prospek suku bunga yang
lebih tinggi merupakan tantangan bagi emas karena komoditi ini tidak memberikan imbal
Sementara itu, harga minyak mulai
menurun setelah di awal melonjak akibat risiko geopolitik dan gangguan
menurun setelah di awal melonjak akibat risiko geopolitik dan gangguan
produksi. Penurunan harga energi dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi,
tetapi risiko pasokan belum hilang sepenuhnya karena badai yang mengancam
produksi minyak di Teluk Meksiko AS
produksi minyak di Teluk Meksiko AS. Jika harga energi kembali naik akibat
gangguan pasokan atau eskalasi konflik, ekspektasi inflasi dan kebijakan The
Fed dapat kembali berubah.
Newsmaker melihat, emas masih
berada dalam fase konsolidasi dengan dua katalis utama yang saling berlawanan.
Penurunan yield dan meningkatnya permintaan safe haven dapat memberikan ruang
bagi emas untuk rebound, sementara penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku
bagi emas untuk rebound, sementara penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku
bunga dapat kembali menekan harga. Untuk jangka pendek, investor perlu
mencermati arah yield Treasury, dolar AS, perkembangan AS-Iran, serta
pernyataan pejabat The Fed untuk menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut
pernyataan pejabat The Fed untuk menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut
atau justru kembali menguji level rendah sejak lama.
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.