
π Beranda βΊ Berita βΊ Minyak Turun, Trump Pilih Diplomasi dengβ¦
Oil
Minyak Turun, Trump Pilih Diplomasi dengan Iran!
- memutuskan kemungkinan serangan militer baru kepada Iran
- US$102,48 per barel
- Harapan kepada penyelesaian konflik melalui perundingan
- mengenai serangan baru dan masih mengutamakan penyelesaian secara damai
- serangan, termasuk kapal pengangkut gas alam cair pada Jumat dan kapal lainnya
- mediator Qatar masih berlangsung
- tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia
- seperti solar masih menghadapi hambatan
- US$105 per barel pada Desember dan rata-rata US$88 pada 2027, sebagaimana
- hati-hati produsen dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan pasokan
- waktu Amerika Serikat
- munculnya serangan baru kepada jalur pelayaran dan fasilitas energi dapat
Harga minyak dunia kembali merosot pada perdagangan Senin
(2/11/2026), setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald
Trump ingin memberikan kesempatan lebih lama bagi jalur diplomasi sebelum
memutuskan kemungkinan serangan militer baru kepada Iran
memutuskan kemungkinan serangan militer baru kepada Iran. Minyak Brent untuk
pengiriman Januari turun 1,4% merupakan US$111,82 per barel pada pukul 08.25
waktu Singapura, sementara West Texas Intermediate (WTI) merosot 1,6% ke level
US$102,48 per barel
US$102,48 per barel. Penurunan ini terjadi setelah harga minyak melonjak lebih
dari 2% pada akhir pekan lalu, ketika peringkat masih mengkhawatirkan kemungkinan
meningkatnya konflik Timur Tengah setelah pemilu paruh waktu AS pada 3
Harapan kepada penyelesaian konflik melalui perundingan
Harapan kepada penyelesaian konflik melalui perundingan
kembali naik setelah Trump dilaporkan menyampaikan keinginannya mengutamakan
diplomasi dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin
Netanyahu. Sikap tersebut disebut menimbulkan kekhawatiran di pihak Israel yang
menginginkan langkah lebih tegas kepada Iran. Sementara itu, Menteri Luar
Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington belum mengambil keputusan
mengenai serangan baru dan masih mengutamakan penyelesaian secara damai
mengenai serangan baru dan masih mengutamakan penyelesaian secara damai.
Perkembangan ini memberikan sedikit kelegaan bagi peringkat minyak karena
berkurangnya risiko konflik dapat membantu menjaga kelancaran pasokan energi
dari kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, kondisi keamanan di sekitar Selat Hormuz
masih jauh dari stabil. Sejumlah kapal dilaporkan kembali merupakan sasaran
serangan, termasuk kapal pengangkut gas alam cair pada Jumat dan kapal lainnya
serangan, termasuk kapal pengangkut gas alam cair pada Jumat dan kapal lainnya
pada Minggu. Di sisi lain, Iran juga dilaporkan menyiapkan langkah pertahanan
untuk menghadapi kemungkinan serangan baru, meskipun perundingan melalui
mediator Qatar masih berlangsung
mediator Qatar masih berlangsung. Situasi tersebut menyiratkan bahwa
pembicaraan damai belum sepenuhnya menghilangkan ancaman gangguan distribusi minyak.
Pelaku market masih mencermati perkembangan di Selat Hormuz karena jalur
tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia
tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia.
Dari sisi pasokan, ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk
Persia mulai mendekati kondisi sebelum perang, tetapi pengiriman produk olahan
seperti solar masih menghadapi hambatan
seperti solar masih menghadapi hambatan. Gangguan kepada kilang minyak Rusia
akibat konflik dengan Ukraina turut memperketat pasokan bahan bakar internasional.
Kondisi ini mendorong Goldman Sachs meningkatkan perkiraan harga Brent merupakan
US$105 per barel pada Desember dan rata-rata US$88 pada 2027, sebagaimana
US$105 per barel pada Desember dan rata-rata US$88 pada 2027, sebagaimana
dilaporkan dalam pembaruan proyeksi terbaru. Sementara itu, OPEC+ memutuskan
mempertahankan target produksi minyak untuk Desember, mencerminkan sikap
hati-hati produsen dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan pasokan
hati-hati produsen dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan pasokan
Pandangan kedepan-nya, arah harga minyak akan
sangat bergantung pada perkembangan diplomasi AS dan Iran setelah pemilu paruh
waktu Amerika Serikat
waktu Amerika Serikat. Jika kedua negara memaparkan kemajuan menuju
kesepakatan damai, Brent berpotensi melanjutkan koreksi karena kekhawatiran
kepada gangguan pasokan mulai berkurang. Sebaliknya, kegagalan negosiasi atau
munculnya serangan baru kepada jalur pelayaran dan fasilitas energi dapat
munculnya serangan baru kepada jalur pelayaran dan fasilitas energi dapat
kembali mendorong harga minyak naik.
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
π° Sumber asli: newsmaker