Brent dan WTI Kompak Melesat, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu
Brent dan WTI Kompak Melesat, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Brent dan WTI Kompak Melesat, Ketegangan…

Oil

Brent dan WTI Kompak Melesat, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu

πŸ“… 2026-10-31   πŸ• 02:41   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Jumat (30/10/2026), mencapai level penutupan tertinggi sejak akhir April setelah meningkatnya kekhawatiran kepada potensi eskalasi konflik Iran seusai pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November. Kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember melonjak 2,4% atau US$2,76 dan ditutup pada US$117,64 per barel, setelah sempat menyentuh US$118. Sementara itu, kontrak Brent Januari naik merupakan US$113,43 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,08% ke US$104,12 per barel. Sepanjang Oktober, Brent mencatat kenaikan sebesar 13,6%, sementara WTI melesat 15,2%, mencerminkan kuatnya kekhawatiran market terhadap keamanan pasokan energi dunia.

Ketegangan bursa semakin meningkat setelah sebuah kapal tanker dilaporkan merupakan sasaran serangan menggunakan bahan peledak yang ditempelkan melalui perahu kecil di Selat Hormuz. Badan keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan insiden tersebut pada Jumat, meskipun pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan. Sumber industri pelayaran menyebut peristiwa ini sebagai serangan pertama yang diketahui berhasil menggunakan ranjau tempel kepada kapal di jalur tersebut sejak konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai pada Februari. Insiden tersebut kembali menyoroti kerentanan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak mentah dan bahan bakar dari kawasan Teluk Persia menuju pasar internasional.

Pelaku peringkat kini semakin mencermati kemungkinan peningkatan operasi militer Amerika Serikat dan sekutunya kepada Iran setelah pemilu paruh waktu, yang berpotensi memperburuk gangguan pengiriman energi Timur Tengah. Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler, menilai perhatian investor akan tetap tertuju pada kelancaran arus minyak dari kawasan tersebut serta risiko eskalasi militer lebih lanjut. Ketidakpastian keamanan jalur pelayaran dan potensi gangguan pasokan ditaksir masih mempertahankan premi risiko geopolitik pada harga minyak. Meski demikian, arah ayunan selanjutnya akan bergantung pada perkembangan konflik, aktivitas ekspor minyak, serta langkah diplomasi yang dapat meredakan ketegangan kawasan.

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker