Emas Melonjak 3,4%, Kemenangan Demokrat Guncang USD
Emas Melonjak 3,4%, Kemenangan Demokrat Guncang USD

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Melonjak 3,4%, Kemenangan Demokrat …

Gold

Emas Melonjak 3,4%, Kemenangan Demokrat Guncang USD

πŸ“… 2026-11-05   πŸ• 03:18   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan Rabu (4/11/2026), setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) mendorong pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Emas spot (XAU/USD) naik 3,4% merupakan US$4.061,30 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka naik dengan persentase serupa dan ditutup pada US$4.073 per troy ounce. Penguatan juga terjadi pada perak yang melonjak 5,1% menjadi US$52,29 per troy ounce. Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) merosot sekitar 0,3%, mencerminkan respons investor kepada perubahan keseimbangan kekuasaan politik di Washington.

Hasil pemilu paruh waktu AS memaparkan Partai Demokrat berhasil memperoleh mayoritas di kedua kamar Kongres, sehingga meningkatkan ekspektasi adanya pembatasan kepada sejumlah agenda fiskal pemerintahan Presiden Donald Trump. Pelaku bursa memperkirakan perubahan tersebut dapat memperlambat ekspansi belanja pemerintah dan mengurangi tekanan terhadap penerbitan utang negara.

Ekspektasi itu turut mendorong penurunan yield Treasury AS

Ekspektasi itu turut mendorong penurunan yield Treasury AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Sementara itu, bursa saham AS naik bersamaan meredanya ketidakpastian hasil pemilu, sedangkan harga minyak dunia merosot di tengah perubahan kondisi pasar geopolitik. Kombinasi pelemahan dolar dan penurunan yield merupakan pendorong utama pemulihan harga logam mulia.

Meski demikian, arah emas selanjutnya masih menghadapi ketidakpastian kebijakan moneter Federal Reserve. Kepala Analisa Peringkat StoneX untuk EMEA dan Asia, Rhona O'Connell, menilai perubahan penguasaan Kongres dapat meningkatkan ketidakpastian fiskal dan hubungan antara pemerintah dengan lembaga legislatif.

Di sisi lain, potensi pembatasan stimulus fiskal berpeluang menekan yield obligasi dan dolar AS, sehingga memberikan dukungan kepada emas. Namun, risiko konflik Iran dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember tetap merupakan faktor yang dapat membatasi penguatan logam mulia. Investor kini mencermati perkembangan kebijakan fiskal AS, ayunan dolar, serta data ekonomi berikutnya untuk menilai keberlanjutan reli emas.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker