🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Gold Stabil, Inflasi dan Konflik Timur T…

Gold

Gold Stabil, Inflasi dan Konflik Timur Tengah Jadi Beban

πŸ“… 2026-10-13   πŸ• 07:20   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas bergerak relatif

terbatas pada perdagangan Selasa (13/10), setelah sejak lama mengalami tekanan

akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi. Saat berita ini di tulis $4.166 per

try ounce, sementara harga minyak Brent bertahan dekat US$107 per barel

try ounce, sementara harga minyak Brent bertahan dekat US$107 per barel.

Kenaikan harga energi akibat eskalasi Timur Tengah kembali merupakan perhatian

karena berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi.

Tekanan kepada Gold meningkat

setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan kepada Arab

Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Eskalasi tersebut

meningkatkan risiko gangguan kepada pasokan energi dan mendorong harga minyak

meningkatkan risiko gangguan kepada pasokan energi dan mendorong harga minyak

naik. Jika tekanan energi berlanjut, bank sentral berpotensi mempertahankan

suku bunga tinggi lebih lama, sehingga merupakan hambatan bagi komoditi non-yielding

seperti emas.

Investor kini menunggu data CPI

AS yang akan dirilis Rabu (14/10) untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah

The Fed berikutnya

The Fed berikutnya. Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga pada bulan lalu

untuk mengendalikan inflasi. Presiden Fed Cleveland Beth Hammack mengungkapkan

penyesuaian kebijakan yang lebih kecil dan lebih sering dapat membantu menjaga

ekspektasi inflasi tetap terkendali, tetapi belum memberikan dukungan kepada

ekspektasi inflasi tetap terkendali, tetapi belum memberikan dukungan kepada

kenaikan suku bunga pada Oktober.

Newsmaker melihat, Gold di tengah berada dalam

tarik-menarik antara risiko geopolitik dan tekanan moneter

tarik-menarik antara risiko geopolitik dan tekanan moneter. Konflik Timur

Tengah dapat meningkatkan permintaan safe haven, tetapi kenaikan harga minyak

justru berpotensi memperkuat inflasi dan mendorong yield lebih tinggi. Jika CPI

AS menjelaskan inflasi yang lebih panas dari perkiraan, tekanan kepada Gold

AS menjelaskan inflasi yang lebih panas dari perkiraan, tekanan kepada Gold

berpotensi berlanjut. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat membuka ruang

bagi emas untuk kembali melonjak.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading