🏠 Beranda › Berita › Oil Terkoreksi, Risiko Gangguan Pasokan …

Oil

Oil Terkoreksi, Risiko Gangguan Pasokan Timur Tengah Masih Membayangi

📅 2026-10-13   🕐 07:34   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak mentah terkoreksi

setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut yang mencapai lebih

dari 6%. Brent turun sekitar 0,9% ke US$105,68 per barel, sementara WTI mengalami penurunan

0,9% ke US$92,87

0,9% ke US$92,87. Koreksi terjadi setelah harga sejak awal terdorong

kekhawatiran bahwa meluasnya konflik di Timur Tengah dapat menghambat pemulihan

pasokan minyak dari kawasan tersebut.

Tekanan geopolitik masih merupakan

perhatian utama peringkat. Serangkaian serangan drone dan rudal kelompok Houthi

yang didukung Iran kepada Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran terhadap

keamanan infrastruktur dan jalur energi

keamanan infrastruktur dan jalur energi. Serangan kepada bandara Riyadh

dilaporkan menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai sekitar 300 lainnya.

Risiko semakin besar setelah serangan kepada kapal tanker di Selat Hormuz

mendorong sejumlah kapal supertanker memilih menghindari kawasan Teluk Persia

mendorong sejumlah kapal supertanker memilih menghindari kawasan Teluk Persia.

Di sisi lain, prospek tambahan

pasokan mulai memberikan tekanan kepada harga. Rusia menyetujui pelepasan

lebih banyak diesel setelah mendapat permintaan dari Presiden AS Donald Trump,

lebih banyak diesel setelah mendapat permintaan dari Presiden AS Donald Trump,

sementara Trump juga mengungkapkan terdapat pelanggaran kepada gencatan senjata

energi Rusia-Ukraina. Di Arab Saudi, pemerintah berupaya mengurangi

ketergantungan kepada Selat Hormuz dengan meningkatkan kapasitas ekspor

ketergantungan kepada Selat Hormuz dengan meningkatkan kapasitas ekspor

melalui jalur pipa alternatif. Saudi Aramco berpotensi menambah kapasitas

ekspor sekitar 1,2 juta barel per hari dalam tujuh hingga delapan pekan.

Langkah tersebut menyiratkan upaya negara

produsen untuk menjaga kelancaran distribusi energi meskipun risiko geopolitik

masih tinggi. Namun, pemulihan arus minyak Timur Tengah ke level mendekati

sebelum perang justru membuat peringkat rentan apabila terjadi gangguan baru

sebelum perang justru membuat peringkat rentan apabila terjadi gangguan baru.

Newsmaker melihat, Oil di tengah berada dalam tarik-menarik antara tambahan

pasokan dan premi risiko geopolitik. Jika jalur alternatif Saudi berhasil

diperkuat dan pasokan Rusia bertambah, tekanan harga dapat berlanjut

diperkuat dan pasokan Rusia bertambah, tekanan harga dapat berlanjut.

Sebaliknya, eskalasi konflik atau gangguan baru di Hormuz dan Laut Merah

berpotensi kembali mendorong harga minyak lebih tinggi.

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading