🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Harga Perak Terkoreksi, Risiko Inflasi K…

Silver

Harga Perak Terkoreksi, Risiko Inflasi Kembali Jadi Beban

πŸ“… 2026-10-12   πŸ• 15:48   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga perak (XAG/USD) mengalami penurunan pada perdagangan Senin (12/10), setelah sejak awal mencatat kenaikan lebih dari 2,5%. Perak berada di sekitar US$60,70 per troy ounce pada sesi Eropa, dengan tekanan datang dari kekhawatiran inflasi serta potensi kenaikan kembali harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Serangan kepada Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali meningkatkan risiko eskalasi antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Presiden AS Donald Trump bahkan mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan Amerika Serikat dalam aksi balasan Saudi terhadap Houthi. Di saat yang sama, sebuah kapal tanker minyak juga dilaporkan terkena serangan drone di dekat perairan Oman, tidak jauh dari Selat Hormuz.

Bagi peringkat perak, perkembangan tersebut merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, meningkatnya ketegangan geopolitik dapat mendorong permintaan kepada instrumen safe haven seperti logam mulia. Namun, jika konflik kembali mengganggu pasokan energi dan mendorong harga minyak naik, tekanan inflasi dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dan menjadi beban bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak.

Dari sisi kebijakan moneter AS

Dari sisi kebijakan moneter AS, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober justru semakin rendah. Peringkat kini memperkirakan probabilitas kenaikan minimal 25 basis poin hanya sekitar 19,4%, turun dari 24,4% pada pekan sejak awal. Namun, ekspektasi kenaikan pada Desember masih tinggi di sekitar 86%. Sementara itu, indeks psikologi pasar konsumen University of Michigan turun merupakan 46,3 pada Oktober dari 48,1 sebelumnya, menyiratkan pelemahan sentimen ekonomi AS.

Newsmaker melihat, ayunan Silver sekarang akan sangat ditentukan oleh pertarungan antara safe-haven demand dan tekanan dari inflasi serta suku bunga. Jika eskalasi Timur Tengah mendorong minyak kembali naik, tekanan kepada ekspektasi inflasi dan yield dapat membatasi penguatan perak. Sebaliknya, apabila harga minyak tetap terkendali dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus menurun, Silver berpeluang kembali melanjutkan rebound setelah koreksi hari ini.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading