🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί minyak Melonjak, Badai AS Jadi Penggerak…

Oil

Minyak Melonjak, Badai AS Jadi Penggerak Utama

πŸ“… 2026-10-09   πŸ• 03:15   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak ditutup mengalami kenaikan tajam pada perdagangan Kamis (8/10), meskipun market sejak lama sempat merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai perkembangan pembicaraan dengan Iran. WTI melonjak 3,6% ke US$91,49 per barel, sementara Brent naik 4,1% ke US$104,28 per barel. Penguatan terutama didorong oleh kekhawatiran kepada gangguan pasokan setelah Badai Isaias bergerak menuju kawasan Teluk Meksiko AS.

Badai tersebut memaksa sejumlah produsen menghentikan sementara aktivitas produksi minyak di kawasan Teluk Meksiko. Risiko gangguan semakin besar jika badai berkembang merupakan lebih kuat dan menghambat operasional fasilitas produksi maupun distribusi energi. Kondisi ini memberikan dukungan langsung kepada harga minyak karena bursa mulai memperhitungkan berkurangnya pasokan dalam jangka pendek.

Di sisi geopolitik, market juga mencermati pernyataan Trump yang mengungkapkan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela pada 3 November dan bahwa pembicaraan dengan Tehran masih berlangsung. Pernyataan tersebut sempat menekan harga minyak karena berpotensi mengurangi risiko eskalasi konflik. Namun, dampaknya kepada harga semakin terbatas karena pasar menilai perkembangan terkait negosiasi AS-Iran belum memberikan kepastian yang cukup mengenai penyelesaian konflik.

Di saat yang sama, risiko kepada pasokan energi Timur Tengah masih tinggi

Di saat yang sama, risiko kepada pasokan energi Timur Tengah masih tinggi. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz, meningkatnya serangan terhadap kapal, serta konflik antara Houthi dan Arab Saudi membuat bursa tetap memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak. Artinya, meskipun terdapat tanda-tanda diplomasi antara AS dan Iran, risiko gangguan pasokan belum sepenuhnya hilang.

Newsmaker melihat, kenaikan minyak di tengah lebih kuat didorong oleh risiko pasokan aktual dibandingkan kondisi pasar diplomatik. Dalam jangka pendek, perhatian market akan tertuju pada perkembangan Badai Isaias, kondisi produksi AS, serta arus minyak melalui Selat Hormuz. Jika gangguan produksi akibat badai berlanjut dan risiko geopolitik tetap tinggi, Brent berpotensi mempertahankan momentum di atas US$100. Sebaliknya, pemulihan produksi AS dan kemajuan nyata dalam negosiasi AS-Iran dapat kembali mengurangi premi risiko dan menahan kenaikan harga.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading