🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Gagal Bertahan di US$4.200, Yield d…

Gold

Emas Gagal Bertahan di US$4.200, Yield dan Dolar Kembali Menekan

πŸ“… 2026-10-01   πŸ• 16:22   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas (XAU/USD) kembali turun pada perdagangan Kamis (1/10)Β  setelah gagal mempertahankan penguatan di sekitar US$4.200 per troy ounce. Tekanan muncul ketika dolar AS tetap kuat dan yield Treasury melanjutkan kenaikan ke level tertinggi multi-tahun, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Data inflasi AS sebenarnya memberikan sedikit ruang bagi emas. Personal Consumption Expenditures (PCE) Agustus naik 3,4% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 3,7%, sementara Core PCE bertahan di 3,0% dan juga berada di bawah ekspektasi. Data tersebut, ditambah komentar Presiden New York Fed John Williams yang lebih berhati-hati, menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober.

Namun, rincian inflasi masih menyiratkan tekanan yang belum sepenuhnya mereda. Societe Generale menilai pelemahan inflasi barang menutupi kembali menguatnya inflasi jasa dan super-core. Pada saat yang sama, revisi pertumbuhan ekonomi AS kuartal II merupakan 2,2% secara tahunan dari sejak lama 1,5% menunjukkan ekonomi masih memiliki momentum yang cukup kuat.

Kondisi tersebut membuat bursa belum menutup peluang pengetatan lanjutan

Kondisi tersebut membuat bursa belum menutup peluang pengetatan lanjutan. Pelaku pasar masih memperkirakan peluang tinggi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Kenaikan harga energi juga merupakan risiko tambahan karena berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan mempertahankan yield obligasi pada level tinggi.

Dari sisi geopolitik, ketegangan AS–Iran tetap merupakan perhatian setelah upaya diplomasi dilaporkan belum menghasilkan terobosan. Ketidakpastian mengenai konflik dan Selat Hormuz menjaga premi risiko mancanegara tetap tinggi. Namun, dalam kondisi di tengah, arus safe haven justru lebih banyak menopang dolar AS sehingga membatasi kemampuan emas untuk mendapatkan keuntungan dari ketegangan geopolitik.

Tinjauan Newsmaker: Tekanan kepada emas sekarang datang dari kombinasi yield Treasury tinggi, dolar AS kuat, pertumbuhan ekonomi yang masih solid, dan peluang kenaikan bunga akhir tahun. Fokus berikutnya tertuju pada Initial Jobless Claims, ISM Manufacturing PMI, komentar pejabat The Fed, serta terutama Non-Farm Payrolls Jumat. Data tenaga kerja yang kuat berpotensi memperbesar tekanan terhadap emas, sementara hasil yang lebih lemah dapat membuka ruang pemulihan XAU/USD. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading