🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Menguat, Pasar Cermati Diplomasi …

Oil

Minyak Menguat, Pasar Cermati Diplomasi dan Pemulihan Pasokan TimTeng

πŸ“… 2026-10-01   πŸ• 16:37   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan Kamis (1/10) di tengah ketidakpastian upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Di saat yang sama, pasar juga mencermati tanda-tanda pemulihan aliran minyak mentah dari kawasan Teluk yang berpotensi meningkatkan pasokan dunia.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik sekitar 2,0% merupakan US$100,03 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,2% ke US$92,37 per barel. Kontrak Brent bulan terdepan yang berakhir pada Rabu sejak awal ditutup di level US$103,50 per barel.

Sepanjang September, Brent membukukan kenaikan sekitar 14%, merupakan penguatan bulanan terbesar sejak Juli, sementara WTI naik sekitar 5%. Kenaikan tersebut terjadi di tengah tingginya premi risiko geopolitik akibat konflik Timur Tengah dan kekhawatiran kepada kelancaran distribusi energi dari kawasan tersebut.

Di sisi pasokan

Di sisi pasokan, data Kpler memaparkan ekspor minyak mentah Timur Tengah mencapai 16,328 juta barel per hari pada September, level tertinggi sejak konflik dimulai pada Februari. Saudi Arabia juga kembali melakukan pemuatan kapal tanker dari Pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah mengaktifkan kembali jaringan pipa timur-barat yang melintasi negara tersebut.

Meski demikian, pasokan regional belum sepenuhnya pulih. Ekspor minyak Timur Tengah pada September masih sekitar 3,2 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan level Februari. Kondisi ini membuat pasar minyak tetap rentan kepada gangguan baru yang dapat kembali memperketat pasokan internasional.

Perkembangan diplomatik turut merupakan perhatian investor. Iran menyatakan telah menerima respons dari Amerika Serikat kepada proposal terbaru mengenai pemulihan gencatan senjata. Sejak awal, Presiden AS Donald Trump menolak proposal yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Ketidakpastian hasil perundingan tersebut kemungkinan tetap menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi koreksi harga minyak dalam waktu dekat.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading