π Beranda βΊ Berita βΊ Brent Menguat, Risiko Hormuz dan Keteganβ¦
Oil
Brent Menguat, Risiko Hormuz dan Ketegangan Iran Jaga Harga minyak
- perkembangan geopolitik Timur Tengah
- AS pada November mendatang, setelah Presiden Donald Trump menolak proposal Iran
- alternatif tersebut dilaporkan telah kembali mengalirkan sekitar 3,5 juta barel
- tersebut, harga berpotensi menguji kembali resistance US$100β102 per barel
- menekan harga minyak secara signifikan, sementara gangguan pasokan nyata di
Harga minyak Brent kembali
bergerak menguat dan berada di sekitar US$98,75 per barel berdasarkan
koreksi chart harian, setelah sempat mengalami volatilitas tinggi akibat
perkembangan geopolitik Timur Tengah
perkembangan geopolitik Timur Tengah. Secara fundamental, harga minyak masih
mendapatkan dukungan dari ketidakpastian hubungan AS-Iran, terutama terkait
pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi energi
Dari sisi fundamental, pasar
masih mencermati kebuntuan negosiasi antara Washington dan Tehran. Pejabat Iran
disebut mulai was-was kepada tercapainya kesepakatan sebelum pemilu sela
AS pada November mendatang, setelah Presiden Donald Trump menolak proposal Iran
AS pada November mendatang, setelah Presiden Donald Trump menolak proposal Iran
untuk memulihkan lalu lintas penuh melalui Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Kondisi ini menjaga premi risiko geopolitik pada harga minyak.
Namun, tekanan kenaikan harga
masih dibatasi oleh upaya Arab Saudi memulihkan distribusi minyak melalui
jaringan pipa East-West Pipeline yang tidak melewati Selat Hormuz. Jalur
alternatif tersebut dilaporkan telah kembali mengalirkan sekitar 3,5 juta barel
alternatif tersebut dilaporkan telah kembali mengalirkan sekitar 3,5 juta barel
per hari, memberikan sinyal bahwa market masih memiliki opsi pasokan meskipun
risiko geopolitik tetap tinggi.
Secara teknikal, Brent masih
berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan tajam menuju area
US$107 per barel. Dari indikator Stochastic RSI, terlihat momentum mulai
memasuki area oversold yang mengindikasikan adanya peluang rebound jangka pendek.
Namun, harga masih perlu menembus kembali area psikologis US$100 per barel
untuk mengonfirmasi penguatan lanjutan.
Untuk perdagangan hari ini, area
support Brent berada di sekitar US$97β96 per barel, yang merupakan zona penting
untuk mempertahankan momentum bullish. Jika mampu bertahan di atas area
tersebut, harga berpotensi menguji kembali resistance US$100β102 per barel
tersebut, harga berpotensi menguji kembali resistance US$100β102 per barel.
Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan support ditembus, risiko koreksi
dapat berlanjut menuju area US$94β95 per barel.
Ke depan, arah harga minyak akan
sangat bergantung pada perkembangan diplomasi AS-Iran, kondisi pasokan Timur
Tengah, serta data persediaan minyak mancanegara. Kesepakatan diplomatik berpotensi
menekan harga minyak secara signifikan, sementara gangguan pasokan nyata di
menekan harga minyak secara signifikan, sementara gangguan pasokan nyata di
kawasan dapat kembali mendorong Brent menuju level yang lebih tinggi.(gn)