
Euro Melemah Tertekan Dolar AS
Euro bergerak melemah terhadap Dolar Amerika Serikat pada perdagangan sesi Eropa, Senin (22/06). Pasangan EUR/USD tercatat turun 0,23% ke kisaran 1,1444 karena tekanan jual kembali meningkat. Pelemahan ini terjadi seiring menguatnya Dolar AS, yang masih mendapat dukungan dari ekspektasi Pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Indeks Dolar AS atau DXY, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,25% mendekati level 101,00. Penguatan Dolar AS mencerminkan meningkatnya keyakinan pelaku Pasar bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga setidaknya dua kali pada tahun ini.
Ekspektasi tersebut menguat setelah pengumuman kebijakan moneter The Fed pada Rabu lalu. Dalam proyeksi terbaru, sembilan dari 19 pejabat The Fed mendukung perlunya kenaikan suku bunga tahun ini. Kondisi ini menjadi perubahan tajam dibandingkan pertemuan Maret, ketika tidak ada pejabat FOMC yang menilai perlunya pengetatan kebijakan moneter pada tahun berjalan.
Selain itu, dot plot The Fed menunjukkan bahwa suku bunga acuan berpotensi naik ke level 3,6% pada akhir tahun, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya di 3,1%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed menaikkan suku bunga setidaknya dua kali tahun ini melonjak menjadi 58,5%, dari 17,1% sepekan sebelumnya. Selanjutnya, pelaku Pasar akan mencermati data inflasi PCE Amerika Serikat untuk Mei yang dirilis Kamis, serta data awal HCOB Composite PMI Zona Euro untuk Juni yang akan dirilis Selasa. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.