
Silver Rebound, Inflasi Energi Mulai Mereda
Harga Perak (XAG/USD) menguat pada perdagangan sesi Eropa, Senin (22/6), setelah melemah dalam tiga sesi sebelumnya. Silver bergerak di sekitar level US$66 per troy ounce, didukung membaiknya sentimen Pasar setelah muncul perkembangan positif dari pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss. Kenaikan ini menunjukkan adanya minat beli baru pada logam mulia, meskipun tekanan dari kebijakan moneter Amerika Serikat masih membayangi pergerakan harga.
Dari sisi fundamental, mediator Qatar dan Pakistan menyatakan bahwa Washington dan Tehran telah menyepakati peta jalan formal menuju kesepakatan akhir dalam 60 hari ke depan. Perkembangan ini membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, terutama setelah sebelumnya Pasar sempat cemas terhadap risiko konflik di Timur Tengah dan ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Penurunan harga Minyak setelah kabar tersebut juga ikut menekan kekhawatiran inflasi, sehingga memberi ruang bagi silver untuk pulih.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut bahwa kemajuan diplomasi membawa sejumlah konsesi penting bagi negaranya. Di antaranya adalah keringanan ekspor Minyak dan petrokimia, pelepasan sebagian aset keuangan Iran yang dibekukan, serta peluncuran rencana rekonstruksi dan pembangunan domestik. Jika kesepakatan ini berlanjut, tekanan inflasi dari sektor energi berpotensi mereda, yang secara tidak langsung dapat mendukung permintaan terhadap aset logam mulia.
Meski demikian, Penguatan silver masih belum sepenuhnya bebas hambatan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan melakukan serangan langsung ke Iran apabila serangan proksi terhadap Israel terus berlanjut. Ancaman tersebut membuat prospek damai tetap rapuh dan dapat kembali meningkatkan volatilitas Pasar. Di sisi lain, silver yang tidak memberikan imbal hasil juga masih menghadapi tekanan dari sikap hawkish The Fed, setelah sejumlah pejabat bank sentral AS membuka peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan silver dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu keberlanjutan proses damai AS-Iran dan arah ekspektasi suku bunga The Fed. Jika ketegangan Timur Tengah mereda dan harga Minyak terus turun, silver berpeluang mempertahankan pemulihan. Namun, apabila Dolar AS kembali menguat akibat ekspektasi suku bunga tinggi, kenaikan silver bisa kembali tertahan di area resistensi terdekat.(arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.