🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Tertekan di Tengah Gejolak Minyak, …

Gold

Emas Tertekan di Tengah Gejolak Minyak, Pelemahan Dolar Gagal Menahan Penurunan

πŸ“… 2026-10-21   πŸ• 03:12   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas dunia kembali merosot

dalam perdagangan yang berfluktuasi pada Selasa (20/10/2026), memperpanjang

tekanan yang berpotensi membawa logam mulia mencatat penurunan selama tiga sesi

berturut-turut

berturut-turut. Meskipun dolar Amerika Serikat (AS) bergerak mengalami penurunan, kondisi pasar

positif tersebut belum cukup untuk menopang harga emas di tengah gerakan

minyak mentah yang tidak stabil.

Pada pukul 15.31 waktu New York

atau Rabu (21/10) pukul 02.31 WIB, harga emas spot turun 0,4% merupakan

US$4.122,41 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas mengalami penurunan tipis ke

level US$4.141,01 per troy ounce

level US$4.141,01 per troy ounce. Sejak awal, emas sempat mencatat penguatan

ketika harga minyak berbalik turun. Namun, kenaikan tersebut perlahan

menghilang setelah minyak memangkas kerugiannya dan kembali bergerak naik,

sehingga memberikan tekanan baru kepada logam mulia

sehingga memberikan tekanan baru kepada logam mulia.

Gerakan harga minyak merupakan

salah satu faktor utama yang memengaruhi arah emas di tengah terbatasnya

katalis market

katalis market. Harga minyak sempat melonjak pada awal perdagangan setelah

kontrak berjangka Brent ditutup mendekati level tertinggi dalam lima bulan pada

sesi di awal. Namun, kenaikan tersebut berbalik arah menyusul laporan

mengenai kemungkinan kemajuan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran

mengenai kemungkinan kemajuan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Qatar

dan Pakistan dilaporkan menawarkan proposal kompromi yang berupaya

mengakomodasi tuntutan kedua negara, sehingga memunculkan harapan meredanya

ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Di sisi lain, pelaku peringkat logam

mulia masih bersikap hati-hati menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal

Reserve pada 27–28 Oktober mendatang

Reserve pada 27–28 Oktober mendatang. Fluktuasi harga energi merupakan perhatian

karena berpotensi memengaruhi prospek inflasi AS dan arah suku bunga The Fed.

Kenaikan minyak dapat memperkuat kekhawatiran inflasi, sementara penurunannya

berpeluang meredakan tekanan harga dan membuka ruang bagi kebijakan moneter

berpeluang meredakan tekanan harga dan membuka ruang bagi kebijakan moneter

yang lebih longgar.

Secara keseluruhan, koreksi

emas masih dibayangi ketidakpastian harga minyak, perkembangan diplomasi

emas masih dibayangi ketidakpastian harga minyak, perkembangan diplomasi

AS-Iran, serta ekspektasi kebijakan The Fed. Pelemahan dolar AS belum mampu

memberikan dorongan yang cukup kuat bagi emas untuk mempertahankan penguatannya.

Selama harga energi bergerak tidak stabil dan arah suku bunga belum mendapat

Selama harga energi bergerak tidak stabil dan arah suku bunga belum mendapat

kejelasan, emas berpotensi tetap mengalami volatilitas tinggi dalam jangka

pendek.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading