🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Gold Rebound Tajam, Sentimen AI dan Arah…

Gold

Gold Rebound Tajam, Sentimen AI dan Arah Suku Bunga Jadi Sorotan

πŸ“… 2026-10-16   πŸ• 07:15   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas dunia bergerak relatif

stabil pada perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah mencatatkan kenaikan harian

terbesar dalam lebih dari dua pekan pada sesi sejak awal. Logam mulia tersebut

diperdagangkan di sekitar US$4.160 per troy ounce setelah melonjak 1,6% pada

diperdagangkan di sekitar US$4.160 per troy ounce setelah melonjak 1,6% pada

Kamis. Penguatan emas didorong meningkatnya permintaan komoditas safe haven di

tengah aksi jual saham teknologi internasional, terutama perusahaan semikonduktor yang

terdampak kekhawatiran kepada prospek investasi kecerdasan buatan (AI)

terdampak kekhawatiran kepada prospek investasi kecerdasan buatan (AI). Meski

demikian, emas spot menempuh terkoreksi tipis 0,3% ke level US$4.158,03 per

troy ounce pada perdagangan pagi.

Pelemahan saham teknologi

mendorong investor mengalihkan dana menuju obligasi pemerintah Amerika Serikat

atau Treasury, sehingga menyebabkan imbal hasil obligasi turun sekitar 12

hingga 15 basis poin pada berbagai tenor

hingga 15 basis poin pada berbagai tenor. Penurunan yield tersebut memberikan

dukungan signifikan bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan bunga atau

imbal hasil tetap. Ketika yield obligasi turun, biaya peluang untuk memegang

emas merupakan lebih rendah, sehingga daya tariknya sebagai instrumen investasi

emas merupakan lebih rendah, sehingga daya tariknya sebagai instrumen investasi

cenderung meningkat. Kondisi ini membantu emas memulihkan kerugian yang

sejak awal terjadi akibat tekanan data inflasi Amerika Serikat.

Dari sisi fundamental, harga emas

berhasil bangkit meskipun data inflasi September AS yang dirilis Rabu

menyiratkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan ekspektasi peringkat. Data tersebut

di awal meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali

di awal meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali

menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober. Namun, meningkatnya kekhawatiran

kepada pertumbuhan ekonomi akibat tekanan sektor teknologi membuat investor

kembali memburu komoditi yang dianggap lebih aman

kembali memburu komoditi yang dianggap lebih aman. Sementara itu, Bloomberg Dollar

Spot Index relatif stabil setelah turun 0,3% pada sesi di awal, sehingga

memberikan ruang bagi emas untuk mempertahankan sebagian besar kenaikannya.

Selanjutnya, perhatian investor tertuju pada

pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam pertemuan International

Monetary Fund (IMF) di Bangkok. Pelaku bursa akan mencermati pandangannya

mengenai perkembangan inflasi, kondisi ekonomi AS, serta kemungkinan perubahan

mengenai perkembangan inflasi, kondisi ekonomi AS, serta kemungkinan perubahan

arah kebijakan suku bunga. Pernyataan yang cenderung hawkish berpotensi kembali

mengangkat dolar dan yield Treasury sehingga membatasi kenaikan emas.

Sebaliknya, apabila The Fed memaparkan perhatian lebih besar kepada risiko

Sebaliknya, apabila The Fed memaparkan perhatian lebih besar kepada risiko

perlambatan ekonomi, emas berpeluang memperoleh dukungan lanjutan. Di peringkat

logam mulia lainnya, harga perak turun 0,5% merupakan US$57,13 per ounce,

sementara platinum dan paladium bergerak relatif stabil

sementara platinum dan paladium bergerak relatif stabil.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading