🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Rebound, Tapi The Fed Masih Jadi Pe…

Gold

Emas Rebound, Tapi The Fed Masih Jadi Penghalang

πŸ“… 2026-10-09   πŸ• 11:21   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas (XAU/USD) kembali

melonjak untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat (9/10),

melanjutkan pemulihan dari level terendah dua bulan di sekitar US$4.066 per

troy ounce yang tercapai awal pekan

troy ounce yang tercapai awal pekan. Penguatan emas didukung oleh pelemahan dolar

AS setelah yield Treasury mengalami koreksi. Kondisi tersebut membuat emas

kembali bergerak ke area atas kisaran mingguannya, meski ruang penguatan masih

terbatas oleh ketidakpastian kebijakan The Fed dan risiko geopolitik

terbatas oleh ketidakpastian kebijakan The Fed dan risiko geopolitik.

Salah satu katalis positif datang

dari penurunan yield obligasi AS setelah lelang Treasury tenor 30 tahun

mendapat respons positif dari investor

mendapat respons positif dari investor. Kondisi tersebut mendorong aksi ambil

untung pada dolar yang sejak awal berada di level tertinggi sejak April 2025.

Selain itu, pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS tidak akan melanjutkan

serangan kepada Iran sebelum pemilu sela 3 November turut menahan kenaikan

serangan kepada Iran sebelum pemilu sela 3 November turut menahan kenaikan

harga minyak. Jika harga energi lebih terkendali, tekanan inflasi juga

berpotensi mereda dan memberikan ruang bagi yield untuk turun.

Namun, risiko geopolitik masih

merupakan faktor penting bagi emas. Ketegangan AS-Iran terkait program nuklir

Tehran belum sepenuhnya terselesaikan, sementara risiko gangguan di Selat

Hormuz dan meningkatnya konflik antara Houthi yang bersekutu dengan Iran dan

Hormuz dan meningkatnya konflik antara Houthi yang bersekutu dengan Iran dan

koalisi yang dipimpin Arab Saudi masih menjaga premi risiko di market. Kondisi

tersebut dapat meningkatkan permintaan kepada emas sebagai komoditi safe haven,

terutama apabila muncul eskalasi baru yang berpotensi mengganggu pasokan energi

terutama apabila muncul eskalasi baru yang berpotensi mengganggu pasokan energi

Di sisi lain, prospek kebijakan

The Fed masih merupakan tantangan bagi emas. Market masih memperhitungkan peluang

lebih dari 80% untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun, sehingga dolar

lebih dari 80% untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun, sehingga dolar

berpotensi kembali mendapatkan dukungan ketika terjadi koreksi. Suku bunga yang

lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan

imbal hasil. Karena itu, pelemahan dolar di tengah belum cukup untuk memastikan

bahwa rebound emas akan berubah merupakan tren kenaikan baru.

Newsmaker melihat, emas kini

berada dalam fase rebound setelah mengalami tekanan cukup dalam pada awal

berada dalam fase rebound setelah mengalami tekanan cukup dalam pada awal

pekan. Selama dolar dan yield Treasury terus menurun, emas masih memiliki ruang

untuk melanjutkan pemulihan. Namun, kenaikan berpotensi terbatas jika

ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali melonjak

ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali melonjak. Untuk gerakan

selanjutnya, market akan mencermati data Psikologi pasar Konsumen University of

Michigan dan ekspektasi inflasi AS, karena data tersebut dapat memengaruhi arah

yield, dolar, dan pada akhirnya menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut

yield, dolar, dan pada akhirnya menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut

atau kembali menghadapi tekanan jual.

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading