π Beranda βΊ Berita βΊ emas Rebound, Tapi The Fed Masih Jadi Peβ¦
Gold
Emas Rebound, Tapi The Fed Masih Jadi Penghalang
- troy ounce yang tercapai awal pekan
- terbatas oleh ketidakpastian kebijakan The Fed dan risiko geopolitik
- mendapat respons positif dari investor
- serangan kepada Iran sebelum pemilu sela 3 November turut menahan kenaikan
- Hormuz dan meningkatnya konflik antara Houthi yang bersekutu dengan Iran dan
- terutama apabila muncul eskalasi baru yang berpotensi mengganggu pasokan energi
- lebih dari 80% untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun, sehingga dolar
- berada dalam fase rebound setelah mengalami tekanan cukup dalam pada awal
- ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali melonjak
- yield, dolar, dan pada akhirnya menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut
Harga emas (XAU/USD) kembali
melonjak untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat (9/10),
melanjutkan pemulihan dari level terendah dua bulan di sekitar US$4.066 per
troy ounce yang tercapai awal pekan
troy ounce yang tercapai awal pekan. Penguatan emas didukung oleh pelemahan dolar
AS setelah yield Treasury mengalami koreksi. Kondisi tersebut membuat emas
kembali bergerak ke area atas kisaran mingguannya, meski ruang penguatan masih
terbatas oleh ketidakpastian kebijakan The Fed dan risiko geopolitik
terbatas oleh ketidakpastian kebijakan The Fed dan risiko geopolitik.
Salah satu katalis positif datang
dari penurunan yield obligasi AS setelah lelang Treasury tenor 30 tahun
mendapat respons positif dari investor
mendapat respons positif dari investor. Kondisi tersebut mendorong aksi ambil
untung pada dolar yang sejak awal berada di level tertinggi sejak April 2025.
Selain itu, pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS tidak akan melanjutkan
serangan kepada Iran sebelum pemilu sela 3 November turut menahan kenaikan
serangan kepada Iran sebelum pemilu sela 3 November turut menahan kenaikan
harga minyak. Jika harga energi lebih terkendali, tekanan inflasi juga
berpotensi mereda dan memberikan ruang bagi yield untuk turun.
Namun, risiko geopolitik masih
merupakan faktor penting bagi emas. Ketegangan AS-Iran terkait program nuklir
Tehran belum sepenuhnya terselesaikan, sementara risiko gangguan di Selat
Hormuz dan meningkatnya konflik antara Houthi yang bersekutu dengan Iran dan
Hormuz dan meningkatnya konflik antara Houthi yang bersekutu dengan Iran dan
koalisi yang dipimpin Arab Saudi masih menjaga premi risiko di market. Kondisi
tersebut dapat meningkatkan permintaan kepada emas sebagai komoditi safe haven,
terutama apabila muncul eskalasi baru yang berpotensi mengganggu pasokan energi
terutama apabila muncul eskalasi baru yang berpotensi mengganggu pasokan energi
Di sisi lain, prospek kebijakan
The Fed masih merupakan tantangan bagi emas. Market masih memperhitungkan peluang
lebih dari 80% untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun, sehingga dolar
lebih dari 80% untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun, sehingga dolar
berpotensi kembali mendapatkan dukungan ketika terjadi koreksi. Suku bunga yang
lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan
imbal hasil. Karena itu, pelemahan dolar di tengah belum cukup untuk memastikan
bahwa rebound emas akan berubah merupakan tren kenaikan baru.
Newsmaker melihat, emas kini
berada dalam fase rebound setelah mengalami tekanan cukup dalam pada awal
berada dalam fase rebound setelah mengalami tekanan cukup dalam pada awal
pekan. Selama dolar dan yield Treasury terus menurun, emas masih memiliki ruang
untuk melanjutkan pemulihan. Namun, kenaikan berpotensi terbatas jika
ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali melonjak
ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali melonjak. Untuk gerakan
selanjutnya, market akan mencermati data Psikologi pasar Konsumen University of
Michigan dan ekspektasi inflasi AS, karena data tersebut dapat memengaruhi arah
yield, dolar, dan pada akhirnya menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut
yield, dolar, dan pada akhirnya menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut
atau kembali menghadapi tekanan jual.
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.