π Beranda βΊ Berita βΊ emas Jatuh di Bawah US$4.100, Dolar Kuatβ¦
Gold
Emas Jatuh di Bawah US$4.100, Dolar Kuat dan Yield Tinggi Tekan Gold
- naik dan yield Treasury bertahan di level sangat tinggi menjelang publikasi
- merupakan lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain
- setelah data tenaga kerja AS turun, bursa masih memperkirakan sekitar 86%
- lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga, sehingga mendorong
- naik ke atas US$100 per barel bersamaan meningkatnya ketegangan geopolitik di
- membuat The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama
- Risalah tersebut diestimasi akan memperlihatkan seberapa besar dukungan
- lebih memperhatikan perlambatan tenaga kerja
- support psikologis penting
- serta pembelian emas oleh bank sentral masih merupakan faktor penopang
- yang mengalami kenaikan
- memperpanjang tekanan, sementara sinyal bahwa The Fed mulai lebih berhati-hati
Harga emas kembali berada di
bawah tekanan kuat pada perdagangan Rabu (7/10), hingga sempat menembus area
psikologis US$4.100 per troy ounce. Tekanan terjadi setelah Dolar AS kembali
naik dan yield Treasury bertahan di level sangat tinggi menjelang publikasi
naik dan yield Treasury bertahan di level sangat tinggi menjelang publikasi
risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Sejak awal, emas spot
mencapai turun sekitar 1,1% ke US$4.119,01, sementara kontrak emas AS Desember
merosot sekitar 1% ke US$4.145,50. Reuters
Faktor utama yang menekan emas
adalah penguatan Greenback. Indeks Dolar AS naik sekitar 0,5%, membuat emas
merupakan lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain
merupakan lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini
terjadi ketika peringkat kembali memperhitungkan kemungkinan bahwa The Fed belum
selesai menaikkan suku bunga. Meski peluang kenaikan pada Oktober mengecil
setelah data tenaga kerja AS turun, bursa masih memperkirakan sekitar 86%
setelah data tenaga kerja AS turun, bursa masih memperkirakan sekitar 86%
peluang kenaikan suku bunga pada Desember. Reuters
Tekanan semakin besar dari bursa
obligasi. Yield Treasury AS jangka panjang kembali meningkat, dengan yield 30
tahun sempat menyentuh sekitar 5,704%, level tertinggi dalam 24 tahun. Yield 10
tahun juga bertahan dekat area 5,3%. Kenaikan yield membuat obligasi merupakan
lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga, sehingga mendorong
lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga, sehingga mendorong
investor mengurangi eksposur kepada logam mulia. Reuters
Selain itu, harga minyak kembali
naik ke atas US$100 per barel bersamaan meningkatnya ketegangan geopolitik di
naik ke atas US$100 per barel bersamaan meningkatnya ketegangan geopolitik di
Timur Tengah. Brent sempat naik sekitar 1,2% ke US$101,83 per barel. Kenaikan
energi kembali memunculkan kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya dapat
membuat The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama
membuat The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Mekanisme inilah
yang membuat suasana pasar geopolitik kali ini belum mampu memberikan dukungan penuh
kepada emas sebagai safe haven. Reuters
Market juga semakin berhati-hati
menjelang FOMC Meeting Minutes dari pertemuan September. Pada pertemuan
tersebut, The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,75%β4,00%.
Risalah tersebut diestimasi akan memperlihatkan seberapa besar dukungan
Risalah tersebut diestimasi akan memperlihatkan seberapa besar dukungan
pejabat The Fed kepada kenaikan lanjutan, terutama setelah muncul perbedaan
pandangan antara pejabat yang masih fokus pada inflasi dan mereka yang mulai
lebih memperhatikan perlambatan tenaga kerja
lebih memperhatikan perlambatan tenaga kerja. Reuters
Secara teknikal, penembusan
US$4.100 turut mempercepat tekanan jual. Level tersebut di awal merupakan
support psikologis penting
support psikologis penting. Ketika support ditembus, aksi stop-loss dan
penjualan teknikal berpotensi memperbesar momentum bearish, terutama karena emas
sudah berada dalam tren koreksi sejak akhir September.
Meski demikian, tekanan jangka
pendek belum menghapus dukungan fundamental emas dalam jangka lebih panjang.
Kekhawatiran kepada utang pemerintah, risiko geopolitik, tekanan inflasi,
serta pembelian emas oleh bank sentral masih merupakan faktor penopang
serta pembelian emas oleh bank sentral masih merupakan faktor penopang. Reuters
mencatat People's Bank of China masih melanjutkan pembelian emas, sementara
pelaku industri di konferensi LBMA bahkan tetap melihat prospek bullish jangka
panjang. Reuters
Analisis Newsmaker: Penurunan
emas di bawah US$4.100 kini lebih banyak disebabkan oleh kombinasi Dolar AS
yang mengalami kenaikan
yang mengalami kenaikan, yield Treasury tinggi, dan ekspektasi kenaikan bunga Desember.
Selama tiga faktor tersebut belum mereda, rebound emas berpotensi terbatas.
Fokus utama market kini tertuju pada FOMC Minutes; nada hawkish berpotensi
memperpanjang tekanan, sementara sinyal bahwa The Fed mulai lebih berhati-hati
memperpanjang tekanan, sementara sinyal bahwa The Fed mulai lebih berhati-hati
dapat menekan yield dan dolar sekaligus membuka peluang Gold kembali merebut
area US$4.100.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.