๐ Beranda โบ Berita โบ Minyak Kembali Naik! Sikap Trump dan Horโฆ
Oil
Minyak Kembali Naik! Sikap Trump dan Hormuz Jadi Sorotan Pasar
Harga minyak kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu setelah sejak lama terkoreksi tajam, sejalan pasar mencermati ketidakpastian negosiasi ASโIran dan risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Brent berada di sekitar US$98,47 per barel, sementara WTI diperdagangkan di US$93,55 per barel. Gerakan ini terjadi ketika pemulihan ekspor Timur Tengah mulai mengurangi tekanan pasokan, tetapi risiko geopolitik masih menjaga volatilitas pasar energi.
Salah satu pemicu kenaikan harga adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membantah laporan bahwa Washington siap memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas kemajuan program nuklir. Di sisi lain, Qatar terus mendorong diplomasi antara kedua negara untuk mencari jalan keluar dari konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Dari sisi pasokan, kondisi mulai menjelaskan perbaikan. Arab Saudi telah kembali melakukan pengiriman minyak dari pelabuhan Yanbu setelah East-West Pipeline kembali beroperasi. Pemulihan jalur alternatif tersebut membantu mengurangi ketergantungan kepada Selat Hormuz, meskipun jalur strategis tersebut masih merupakan sumber risiko bagi perdagangan minyak dunia.
Namun, pasar minyak masih menghadapi tekanan dari tingginya biaya logistik dan ketatnya pasar produk olahan. Pemerintah AS juga mempertimbangkan sejumlah langkah untuk meredam harga diesel domestik, termasuk opsi memperluas penjualan red-dyed diesel. Kebijakan terkait ekspor diesel merupakan perhatian karena dapat memengaruhi keseimbangan pasokan minyak mentah di pasar AS.
Di Amerika Serikat, data awal American Petroleum Institute menyiratkan persediaan minyak mentah naik sekitar 1,02 juta barel pada pekan hingga 25 September. Pasar kini menunggu data resmi Energy Information Administration untuk melihat apakah kenaikan stok tersebut terkonfirmasi dan bagaimana kondisi permintaan energi domestik.
Analisa Newsmaker: Harga minyak kini berada di antara dua suasana pasar utama: pemulihan pasokan dan risiko geopolitik. Jika ekspor Timur Tengah terus kembali normal, tekanan kepada harga dapat berkurang. Namun, selama negosiasi ASโIran belum menghasilkan kesepakatan konkret dan Selat Hormuz belum sepenuhnya normal, risiko volatilitas minyak masih tetap tinggi. OPEC+ juga diestimasi mempertahankan target produksi November dalam pertemuan akhir pekan ini. (asd)
๐ Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures โ broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.