π Beranda βΊ Berita βΊ Harga Minyak Stabil, Pasokan Timur Tengaβ¦
Oil
Harga Minyak Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih
- US$91,82 per barel
- dari Timur Tengah selama 10 hari terakhir telah mencapai sekitar 17,5 juta
- hari, sehingga sebagian pengiriman minyak dapat dilakukan tanpa bergantung
- harga minyak masih berada dalam tren penguatan bulanan akibat konflik AS-Iran
- Reserve (SPR) untuk menambah pasokan
- dan ketatnya peringkat produk olahan masih merupakan penopang
Harga minyak bergerak stabil
setelah sejak awal mengalami tekanan, bersamaan tanda-tanda pemulihan pasokan
dari Timur Tengah. Brent berada di sekitar US$95,68 per barel, sementara WTI di
US$91,82 per barel
US$91,82 per barel. Pemulihan aliran minyak Arab Saudi melalui jalur alternatif
di luar Selat Hormuz membantu meredakan kekhawatiran kepada gangguan pasokan.
Rata-rata ekspor minyak mentah
dari Timur Tengah selama 10 hari terakhir telah mencapai sekitar 17,5 juta
dari Timur Tengah selama 10 hari terakhir telah mencapai sekitar 17,5 juta
barel per hari, atau 98% dari level sebelum perang. Arab Saudi juga kembali
mengoperasikan East-West pipeline dengan aliran sekitar 3,5 juta barel per
hari, sehingga sebagian pengiriman minyak dapat dilakukan tanpa bergantung
hari, sehingga sebagian pengiriman minyak dapat dilakukan tanpa bergantung
sepenuhnya pada Selat Hormuz.
Meski pasokan mulai membaik,
harga minyak masih berada dalam tren penguatan bulanan akibat konflik AS-Iran
harga minyak masih berada dalam tren penguatan bulanan akibat konflik AS-Iran
yang belum sepenuhnya mereda. Risiko kepada jalur pelayaran, keterbatasan
produk olahan, serta potensi pembatasan ekspor diesel masih merupakan faktor yang
menjaga volatilitas peringkat energi.
Di Amerika Serikat, pemerintah
kembali menyiapkan pelepasan hingga 40 juta barel dari Strategic Petroleum
Reserve (SPR) untuk menambah pasokan
Reserve (SPR) untuk menambah pasokan. Sementara itu, data American Petroleum
Institute menyiratkan persediaan minyak mentah AS meningkat sekitar 1 juta
barel pada pekan lalu, dengan stok di Cushing juga mengalami kenaikan.
Ulasan Newsmaker: Bursa minyak
kini menghadapi dua kondisi pasar yang berlawanan. Pemulihan ekspor dan tambahan
pasokan dari AS berpotensi meredakan tekanan harga, tetapi risiko geopolitik
dan ketatnya peringkat produk olahan masih merupakan penopang
dan ketatnya peringkat produk olahan masih merupakan penopang. Investor juga akan
mencermati keputusan OPEC+ terkait kuota produksi November serta perkembangan
pasokan melalui Selat Hormuz.(gn)