🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Brent Menguat, Risiko Hormuz dan Ketegan…

Oil

Brent Menguat, Risiko Hormuz dan Ketegangan Iran Jaga Harga minyak

πŸ“… 2026-09-29   πŸ• 07:24   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak Brent kembali

bergerak menguat dan berada di sekitar US$98,75 per barel berdasarkan

koreksi chart harian, setelah sempat mengalami volatilitas tinggi akibat

perkembangan geopolitik Timur Tengah

perkembangan geopolitik Timur Tengah. Secara fundamental, harga minyak masih

mendapatkan dukungan dari ketidakpastian hubungan AS-Iran, terutama terkait

pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi energi

Dari sisi fundamental, pasar

masih mencermati kebuntuan negosiasi antara Washington dan Tehran. Pejabat Iran

disebut mulai was-was kepada tercapainya kesepakatan sebelum pemilu sela

AS pada November mendatang, setelah Presiden Donald Trump menolak proposal Iran

AS pada November mendatang, setelah Presiden Donald Trump menolak proposal Iran

untuk memulihkan lalu lintas penuh melalui Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

Kondisi ini menjaga premi risiko geopolitik pada harga minyak.

Namun, tekanan kenaikan harga

masih dibatasi oleh upaya Arab Saudi memulihkan distribusi minyak melalui

jaringan pipa East-West Pipeline yang tidak melewati Selat Hormuz. Jalur

alternatif tersebut dilaporkan telah kembali mengalirkan sekitar 3,5 juta barel

alternatif tersebut dilaporkan telah kembali mengalirkan sekitar 3,5 juta barel

per hari, memberikan sinyal bahwa market masih memiliki opsi pasokan meskipun

risiko geopolitik tetap tinggi.

Secara teknikal, Brent masih

berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan tajam menuju area

US$107 per barel. Dari indikator Stochastic RSI, terlihat momentum mulai

memasuki area oversold yang mengindikasikan adanya peluang rebound jangka pendek.

Namun, harga masih perlu menembus kembali area psikologis US$100 per barel

untuk mengonfirmasi penguatan lanjutan.

Untuk perdagangan hari ini, area

support Brent berada di sekitar US$97–96 per barel, yang merupakan zona penting

untuk mempertahankan momentum bullish. Jika mampu bertahan di atas area

tersebut, harga berpotensi menguji kembali resistance US$100–102 per barel

tersebut, harga berpotensi menguji kembali resistance US$100–102 per barel.

Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan support ditembus, risiko koreksi

dapat berlanjut menuju area US$94–95 per barel.

Ke depan, arah harga minyak akan

sangat bergantung pada perkembangan diplomasi AS-Iran, kondisi pasokan Timur

Tengah, serta data persediaan minyak mancanegara. Kesepakatan diplomatik berpotensi

menekan harga minyak secara signifikan, sementara gangguan pasokan nyata di

menekan harga minyak secara signifikan, sementara gangguan pasokan nyata di

kawasan dapat kembali mendorong Brent menuju level yang lebih tinggi.(gn)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading