Minyak Lanjut Turun, Pasar Abaikan Sanksi Baru AS ke Iran

πŸ“… 2026-08-27
πŸ•
πŸ“° Sumber: Newsmaker.id

Harga

minyak kembali merosot pada perdagangan Selasa (25/8) setelah di awal turun

lebih dari 2% pada sesi Senin. Brent turun sekitar 1,0% ke US$91,27 per barel,

sementara WTI merosot 0,9% ke US$84,25.

sementara WTI merosot 0,9% ke US$84,25. Penurunan ini memperpanjang koreksi

setelah harga minyak sempat reli kuat dalam dua pekan sejak lama.

Tekanan

utama datang dari respons pasar yang

utama datang dari respons pasar yang relatif datar bagi perluasan sanksi AS

bagi Iran. Investor menilai langkah Washington belum cukup konkret untuk

langsung mengganggu pasokan minyak internasional, terutama karena belum ada daftar

negara sasaran maupun jadwal penerapan sanksi

negara sasaran maupun jadwal penerapan sanksi yang jelas.

Menteri

Keuangan AS Scott Bessent sejak lama memperingatkan negara-negara yang tetap

berbisnis dengan Iran dapat kehilangan akses

berbisnis dengan Iran dapat kehilangan akses ke sistem keuangan berbasis dolar.

Namun, keputusan untuk memberikan waktu bagi negara-negara tersebut agar

menyesuaikan diri membuat pasar melihat tekanan ini lebih sebagai proses

bertahap daripada ancaman pasokan langsung.

Di

sisi lain, fokus AS yang semakin bergeser ke tekanan ekonomi juga sedikit

mengurangi kekhawatiran akan eskalasi militer langsung.

mengurangi kekhawatiran akan eskalasi militer langsung. Meski Menteri

Pertahanan AS menyatakan opsi militer belum sepenuhnya ditutup, pasar menilai

risiko gangguan besar bagi produksi dan pengiriman minyak Timur Tengah saat

ini lebih rendah dibanding beberapa pekan

ini lebih rendah dibanding beberapa pekan sejak lama.

Analisis

Newsmaker: bias minyak jangka pendek masih

cenderung bearish-konsolidatif karena pasar belum melihat

cenderung bearish-konsolidatif karena pasar belum melihat bukti bahwa sanksi

baru akan langsung memotong pasokan. Namun, risiko tetap ada jika implementasi

sanksi mulai menyasar pembeli utama minyak Iran atau jika konflik kembali

bergeser ke jalur militer. Selama Brent

bergeser ke jalur militer. Selama Brent belum kembali menembus US$92–US$93,

tekanan jual masih berpeluang berlanjut.(yds)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“° Sumber asli: Newsmaker.id

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures