Industry oil chemical metal barrels stacked up in waste yard of tank and container, Kawasaki city near Tokyo Japan

Hormuz Mulai Cair, minyak Makin Tertekan

πŸ“… 2026-08-27
πŸ•
πŸ“° Sumber: Newsmaker.id

Harga

minyak kembali merosot pada perdagangan Rabu (26/8) setelah muncul semakin

banyak sinyal diplomasi untuk meredakan konflik Timur Tengah dan membuka

kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Brent turun sekitar 1,6% ke US$87,22

per barel, sementara WTI turun 1,3% ke US$81,31, melanjutkan kejatuhan lebih dari

5% pada sesi sebelumnya.

Tekanan

jual semakin kuat setelah Iran dan Oman mengumumkan pembahasan kerangka

pembentukan koridor navigasi sementara bersama serta proyek pembersihan ranjau

di Hormuz. Kedua negara juga akan

di Hormuz. Kedua negara juga akan melanjutkan negosiasi mengenai koridor

permanen, pengelolaan lalu lintas, pertukaran informasi, dan sistem keamanan di

jalur strategis tersebut.

Namun,

aktivitas pelayaran masih sangat terbatas. Data Kpler menyiratkan hanya sekitar

lima kapal komoditas melintasi Hormuz pada Selasa, jauh di bawah rata-rata 10

hari sekitar 15 kapal. Sebelum konflik,

hari sekitar 15 kapal. Sebelum konflik, sekitar seperlima aliran minyak mentah

dunia melewati selat tersebut, sehingga normalisasi lalu lintas masih berubah jadi

faktor penting bagi market energi.

Sentimen

bearish juga diperkuat laporan RIA Novosti bahwa AS dan Iran mendekati

kesepakatan gencatan senjata baru yang mencakup kebebasan navigasi Hormuz.

Laporan tersebut belum dikonfirmasi secara independen,

Laporan tersebut belum dikonfirmasi secara independen, tetapi kemajuan mediasi

Pakistan dan pembicaraan Iran-Oman membuat market mulai memperhitungkan

kemungkinan deeskalasi yang lebih nyata.

Dari

sisi sanksi, Washington sejauh ini juga belum menerapkan secondary sanctions

besar bagi mitra dagang Iran, termasuk institusi keuangan China. Menteri

Keuangan AS Scott Bessent menyatakan negara

Keuangan AS Scott Bessent menyatakan negara dan perusahaan masih diberikan

waktu untuk menyesuaikan diri. China, yang membeli sebagian besar minyak Iran,

telah memperingatkan akan mengambil langkah balasan jika Washington memperluas

tekanan bagi pihak yang tetap berdagang

tekanan bagi pihak yang tetap berdagang dengan Teheran.

Analisis

Newsmaker: tekanan bagi minyak semakin

kuat karena market mulai memangkas premi

kuat karena market mulai memangkas premi risiko perang dan memperhitungkan

peluang pembukaan Hormuz secara bertahap. Namun, prosesnya belum final karena

Iran menegaskan pembukaan penuh masih bergantung pada pemenuhan kesepakatan

di awal oleh AS. Selama Brent

di awal oleh AS. Selama Brent bertahan di bawah US$90, bias jangka pendek

masih cenderung bearish. Sebaliknya, kegagalan diplomasi atau eskalasi baru

dapat memicu rebound tajam karena arus kapal melalui Hormuz masih jauh dari

normal.(yds)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“° Sumber asli: Newsmaker.id

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures