Emas Tembus US$4.145, Momentum Bullish Kembali Membara!
Emas Tembus US$4.145, Momentum Bullish Kembali Membara!

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Emas Tembus US$4.145, Momentum Bullish K…

Gold

Emas Tembus US$4.145, Momentum Bullish Kembali Membara!

πŸ“… 2026-11-05   πŸ• 10:58   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas dunia melanjutkan

penguatan tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), setelah berhasil menembus

level psikologis US$4.100 per troy ounce dan mencapai posisi tertinggi dalam

dua pekan terakhir

dua pekan terakhir. Kenaikan tersebut memperpanjang reli setelah emas melonjak

lebih dari 3,5% pada sesi sejak lama, mencatat penguatan harian terbesar sejak

pertengahan Agustus. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang bertahan di

sekitar level terendah dalam satu bulan merupakan faktor utama yang mendukung

sekitar level terendah dalam satu bulan merupakan faktor utama yang mendukung

kenaikan harga logam mulia.

Penguatan emas didorong oleh

perubahan kondisi pasar market setelah kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu

sela AS. Hasil tersebut mengurangi ketidakpastian politik sekaligus

meningkatkan harapan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan melanjutkan

serangan militer kepada Iran dalam waktu dekat

serangan militer kepada Iran dalam waktu dekat. Pemimpin Demokrat di Senat,

Chuck Schumer, menyatakan akan mendorong penyelesaian konflik AS-Iran melalui

jalur diplomasi, termasuk memanfaatkan kewenangan Kongres dalam pengawasan

anggaran pemerintah

anggaran pemerintah. Perkembangan ini memperkuat optimisme investor kepada

kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harapan berakhirnya konflik turut

menyebabkan harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level

menyebabkan harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level

terendah dalam dua bulan terakhir. Penurunan harga energi berpotensi mengurangi

tekanan inflasi mancanegara, sehingga meredakan kekhawatiran kepada kebijakan suku

bunga tinggi. Selain itu, perubahan keseimbangan politik di Washington

meningkatkan ekspektasi bahwa sejumlah agenda belanja pemerintah AS akan

menghadapi hambatan di Kongres. Kondisi tersebut turut mendorong penurunan

imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya melemahkan dolar dan

imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya melemahkan dolar dan

meningkatkan daya tarik emas sebagai komoditas yang tidak memberikan pendapatan

Meski momentum penguatan emas

semakin kuat, market masih menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan

semakin kuat, market masih menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan

moneter Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember

tetap merupakan faktor yang berpotensi membatasi penguatan logam mulia. Investor

kini menantikan laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS pada Jumat (6/11/2026), yang

kini menantikan laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS pada Jumat (6/11/2026), yang

akan memberikan gambaran mengenai kondisi peringkat tenaga kerja. Apabila data

memaparkan perlambatan pertumbuhan pekerjaan, ekspektasi kenaikan suku bunga

berpotensi merosot dan memberikan dukungan tambahan kepada emas

berpotensi merosot dan memberikan dukungan tambahan kepada emas. Sebaliknya,

laporan yang lebih kuat dari perkiraan dapat mendorong pemulihan dolar dan

imbal hasil obligasi AS.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker