
π Beranda βΊ Berita βΊ Emas Tembus US$4.145, Momentum Bullish Kβ¦
Gold
Emas Tembus US$4.145, Momentum Bullish Kembali Membara!
- dua pekan terakhir
- sekitar level terendah dalam satu bulan merupakan faktor utama yang mendukung
- serangan militer kepada Iran dalam waktu dekat
- anggaran pemerintah
- menyebabkan harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level
- imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya melemahkan dolar dan
- semakin kuat, market masih menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan
- kini menantikan laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS pada Jumat (6/11/2026), yang
- berpotensi merosot dan memberikan dukungan tambahan kepada emas
Harga emas dunia melanjutkan
penguatan tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), setelah berhasil menembus
level psikologis US$4.100 per troy ounce dan mencapai posisi tertinggi dalam
dua pekan terakhir
dua pekan terakhir. Kenaikan tersebut memperpanjang reli setelah emas melonjak
lebih dari 3,5% pada sesi sejak lama, mencatat penguatan harian terbesar sejak
pertengahan Agustus. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang bertahan di
sekitar level terendah dalam satu bulan merupakan faktor utama yang mendukung
sekitar level terendah dalam satu bulan merupakan faktor utama yang mendukung
kenaikan harga logam mulia.
Penguatan emas didorong oleh
perubahan kondisi pasar market setelah kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu
sela AS. Hasil tersebut mengurangi ketidakpastian politik sekaligus
meningkatkan harapan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan melanjutkan
serangan militer kepada Iran dalam waktu dekat
serangan militer kepada Iran dalam waktu dekat. Pemimpin Demokrat di Senat,
Chuck Schumer, menyatakan akan mendorong penyelesaian konflik AS-Iran melalui
jalur diplomasi, termasuk memanfaatkan kewenangan Kongres dalam pengawasan
anggaran pemerintah
anggaran pemerintah. Perkembangan ini memperkuat optimisme investor kepada
kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harapan berakhirnya konflik turut
menyebabkan harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level
menyebabkan harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level
terendah dalam dua bulan terakhir. Penurunan harga energi berpotensi mengurangi
tekanan inflasi mancanegara, sehingga meredakan kekhawatiran kepada kebijakan suku
bunga tinggi. Selain itu, perubahan keseimbangan politik di Washington
meningkatkan ekspektasi bahwa sejumlah agenda belanja pemerintah AS akan
menghadapi hambatan di Kongres. Kondisi tersebut turut mendorong penurunan
imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya melemahkan dolar dan
imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada akhirnya melemahkan dolar dan
meningkatkan daya tarik emas sebagai komoditas yang tidak memberikan pendapatan
Meski momentum penguatan emas
semakin kuat, market masih menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan
semakin kuat, market masih menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan
moneter Federal Reserve (The Fed). Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember
tetap merupakan faktor yang berpotensi membatasi penguatan logam mulia. Investor
kini menantikan laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS pada Jumat (6/11/2026), yang
kini menantikan laporan Non-Farm Payrolls (NFP) AS pada Jumat (6/11/2026), yang
akan memberikan gambaran mengenai kondisi peringkat tenaga kerja. Apabila data
memaparkan perlambatan pertumbuhan pekerjaan, ekspektasi kenaikan suku bunga
berpotensi merosot dan memberikan dukungan tambahan kepada emas
berpotensi merosot dan memberikan dukungan tambahan kepada emas. Sebaliknya,
laporan yang lebih kuat dari perkiraan dapat mendorong pemulihan dolar dan
imbal hasil obligasi AS.
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
π° Sumber asli: newsmaker