Minyak Fluktuatif, Diplomasi Iran Kembali Jadi Sorotan
Minyak Fluktuatif, Diplomasi Iran Kembali Jadi Sorotan

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Fluktuatif, Diplomasi Iran Kembal…

Oil

Minyak Fluktuatif, Diplomasi Iran Kembali Jadi Sorotan

πŸ“… 2026-11-03   πŸ• 20:28   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak bergerak fluktuatif pada Selasa (3/11) setelah menghapus sebagian penguatan sejak lama. Brent berada di sekitar US$105,02 per barel, sementara WTI naik 0,96% ke US$97,39 per barel, setelah keduanya anjlok lebih dari 7% pada perdagangan Senin.

Koreksi minyak kembali dipengaruhi perkembangan konflik AS-Iran. Serangan AS kepada Pulau Qeshm di dekat Selat Hormuz sempat mendorong harga naik karena meningkatkan risiko gangguan pasokan. Namun, tekanan kembali muncul setelah Iran memberikan sinyal baru mengenai keterbukaan terhadap negosiasi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuturkan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei telah memberikan kewenangan tambahan kepada pemerintah untuk membahas sejumlah isu yang sejak lama dianggap tidak dapat dinegosiasikan. Mediator Qatar juga disebut telah menyampaikan proposal terbaru untuk menjembatani perbedaan kedua pihak.

Selain faktor geopolitik, pasokan minyak dari kawasan Teluk masih relatif kuat

Selain faktor geopolitik, pasokan minyak dari kawasan Teluk masih relatif kuat. Ekspor Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait meningkat 10% merupakan lebih dari 15 juta barel per hari pada Oktober. Kondisi ini membantu meredakan tekanan pasokan meski ekspor Iran masih terganggu.

Peringkat fisik juga mulai menyiratkan tanda-tanda pelonggaran. Indikator minyak regional menunjukkan pasokan jangka pendek mulai melebihi permintaan, sementara struktur harga Dubai masuk ke kondisi contango, yang umumnya mencerminkan pasar dengan pasokan lebih longgar.

Di sisi lain, ketidakpastian tetap tinggi menjelang pemilu paruh waktu AS. Presiden Donald Trump sejak lama mengancam dapat melanjutkan serangan kepada Iran setelah pemilu, tetapi pada Senin menjawab β€œtidak” ketika ditanya apakah serangan akan kembali dilakukan setelah pemungutan suara.

Analisa Newsmaker: harga minyak kini terjebak di antara dua kekuatan

Analisa Newsmaker: harga minyak kini terjebak di antara dua kekuatan. Diplomasi AS-Iran dan meningkatnya pasokan menekan harga, sementara risiko serangan baru dan gangguan Selat Hormuz memberikan penopang. Karena itu, perkembangan negosiasi dalam 36 jam ke depan serta sikap Washington setelah pemilu merupakan katalis penting bagi arah Brent dan WTI berikutnya. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker