Minyak Menguat Risiko Serangan Iran Membayangi
Minyak Menguat Risiko Serangan Iran Membayangi

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί minyak Menguat Risiko Serangan Iran Memb…

Oil

Minyak Menguat Risiko Serangan Iran Membayangi

πŸ“… 2026-10-28   πŸ• 20:00   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak dunia kembali

menguat pada perdagangan Rabu setelah bursa meningkatkan kewaspadaan kepada

kemungkinan Amerika Serikat melanjutkan serangan militer kepada Iran setelah

pemilu sela pekan depan

pemilu sela pekan depan. Di saat yang sama, investor terus memantau hasil

pemilu Israel yang masih berlangsung ketat.

Brent diperdagangkan di sekitar

US$115 per barel setelah mengalami penurunan selama dua sesi sejak awal

US$115 per barel setelah mengalami penurunan selama dua sesi sejak awal, sementara West

Texas Intermediate (WTI) bergerak di atas US$101 per barel. Laporan terbaru

menyebut Amerika Serikat telah meminta sejumlah negara Teluk Persia bersiap

menghadapi kemungkinan operasi militer singkat tetapi intens kepada Iran

menghadapi kemungkinan operasi militer singkat tetapi intens kepada Iran.

Presiden AS Donald Trump disebut

belum mengambil keputusan final mengenai serangan baru, namun dilaporkan

condong mempertimbangkan operasi militer berskala besar setelah pemilu sela

condong mempertimbangkan operasi militer berskala besar setelah pemilu sela.

Kondisi tersebut membuat bursa kembali memasukkan premi risiko geopolitik yang

lebih tinggi ke dalam harga minyak.

Di Israel, Perdana Menteri

Benjamin Netanyahu sementara unggul tipis atas pemimpin oposisi Gadi Eisenkot.

Namun, setelah lebih dari 70% suara dihitung, kedua kubu masih belum memiliki

jalur yang jelas untuk mencapai mayoritas 61 kursi yang dibutuhkan guna

jalur yang jelas untuk mencapai mayoritas 61 kursi yang dibutuhkan guna

membentuk pemerintahan.

Ketidakpastian politik Israel dan

agenda pemilu sela AS membuat market tetap sensitif kepada perkembangan di

agenda pemilu sela AS membuat market tetap sensitif kepada perkembangan di

Teluk Persia. Upaya diplomasi juga belum memberikan kepastian, meski mediator

Qatar dilaporkan telah menyampaikan rancangan kesepakatan baru kepada Iran.

Peringkat tetap berhati-hati karena proses negosiasi sejak lama belum mampu

Peringkat tetap berhati-hati karena proses negosiasi sejak lama belum mampu

menghasilkan penyelesaian permanen kepada konflik.

Risiko pasokan juga masih tinggi

setelah infrastruktur energi Arab Saudi berulang kali merupakan sasaran serangan

setelah infrastruktur energi Arab Saudi berulang kali merupakan sasaran serangan

Houthi yang didukung Iran. Insiden terbaru memicu kebakaran di dekat terminal

ekspor minyak Ras Tanura, meski api berhasil dikendalikan. Brent kontrak

Desember naik sekitar 1,1% ke US$115,09 per barel, sementara WTI menguat 1,9%

Desember naik sekitar 1,1% ke US$115,09 per barel, sementara WTI menguat 1,9%

ke US$101,76 per barel.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker