Minyak Terkoreksi, Diplomasi Teheran Redakan Risiko Eskalasi
Minyak Terkoreksi, Diplomasi Teheran Redakan Risiko Eskalasi

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Terkoreksi, Diplomasi Teheran Red…

Oil

Minyak Terkoreksi, Diplomasi Teheran Redakan Risiko Eskalasi

πŸ“… 2026-10-27   πŸ• 02:52   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak terkoreksi dari level tertinggi enam bulan pada Senin (26/10) setelah pejabat senior Arab Saudi, Pakistan, dan Turki bertemu dengan pemimpin Iran di Teheran untuk mendorong kembali jalur diplomasi. Brent Desember turun 0,8% ke US$115,81 per barel, sementara WTI turun 1,5% ke US$101,76 per barel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran siap mendukung kesepahaman yang dapat memperkuat persatuan regional dan kembali menegaskan bahwa Iran tidak mencari senjata nuklir. Perkembangan tersebut dipandang sebagai sinyal positif karena membuka peluang deeskalasi dan mengurangi risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Namun, tekanan kepada harga minyak masih terbatas. Serangan Houthi terhadap Arab Saudi, aktivitas kelompok yang didukung Iran, serta potensi konflik baru setelah pemilu AS tetap menjaga premi risiko geopolitik. Peringkat juga mencermati pemilu Israel dan pemilu paruh waktu AS yang dapat memengaruhi arah kebijakan Washington terhadap Iran.

Secara teknikal

Secara teknikal, koreksi minyak juga dipengaruhi kondisi overbought setelah Relative Strength Index (RSI) Brent menembus level 70 pada pekan lalu. Kondisi tersebut memaparkan harga telah mengalami penguatan terlalu cepat dan membuka ruang bagi aksi ambil untung, meski fundamental geopolitik masih memberikan dukungan.

Di sisi lain, arus minyak melalui Selat Hormuz dilaporkan telah kembali mendekati tingkat sebelum perang. Namun, peringkat tetap memperhitungkan risiko eskalasi setelah pemilu AS karena Washington dinilai memiliki ruang politik lebih besar untuk mengambil tindakan kepada Iran tanpa terlalu khawatir terhadap dampak langsung harga energi.

Analisa Newsmaker: Koreksi minyak kini lebih mencerminkan meredanya risiko jangka pendek dan aksi ambil untung, bukan hilangnya fundamental bullish. Selama konflik Timur Tengah belum benar-benar berakhir, harga minyak masih memiliki premi risiko yang kuat. Jika diplomasi berhasil menghasilkan kesepakatan konkret, tekanan turun dapat berlanjut. Sebaliknya, serangan baru kepada infrastruktur energi atau eskalasi AS-Iran berpotensi kembali mendorong Brent menuju US$120 per barel.(yds)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker