🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Menguat, Risiko Timur Tengah Kemb…

Oil

Minyak Menguat, Risiko Timur Tengah Kembali Angkat Harga

πŸ“… 2026-10-20   πŸ• 11:33   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak mentah kembali

menguat pada perdagangan Selasa (20/10), dengan Brent naik 0,50% ke US$110,10

per barel dan kembali berada di dekat level tertinggi dalam lima bulan.

Sementara itu, WTI untuk kontrak November naik 0,24% ke US$103,91 per barel

Sementara itu, WTI untuk kontrak November naik 0,24% ke US$103,91 per barel. Kenaikan

harga terutama didorong oleh premi risiko geopolitik setelah meningkatnya

serangan kepada infrastruktur energi dan kapal di kawasan Teluk.

Serangan kelompok Houthi kepada

sejumlah fasilitas energi, bandara, dan target militer di Arab Saudi

meningkatkan kekhawatiran kepada stabilitas kawasan. Klaim serangan tersebut

belum dikonfirmasi secara independen, tetapi laporan mengenai sedikitnya 18

belum dikonfirmasi secara independen, tetapi laporan mengenai sedikitnya 18

kapal yang diserang dalam dua pekan terakhir membuat market tetap waspada

kepada potensi gangguan jalur distribusi energi.

Risiko pasokan semakin merupakan

perhatian karena kawasan Teluk merupakan salah satu jalur penting bagi

perdagangan minyak internasional. Selama arus minyak masih berjalan tanpa gangguan

besar, premi risiko berpotensi perlahan berkurang

besar, premi risiko berpotensi perlahan berkurang. Namun, sejauh ini belum terlihat

tanda yang cukup kuat bahwa risiko tersebut telah mereda.

Dari Amerika Serikat, bursa juga

menantikan data persediaan minyak mentah yang kemungkinan mengalami penurunan

menantikan data persediaan minyak mentah yang kemungkinan mengalami penurunan.

Jika penurunan stok terkonfirmasi, kondisi tersebut dapat memberikan dukungan

tambahan bagi harga minyak karena menyiratkan pasokan domestik AS yang lebih

Sementara itu, kebijakan AS

kepada energi Rusia masih merupakan perhatian. Presiden Donald Trump sejak awal

memberikan kelonggaran kepada sejumlah sanksi dan tarif terkait Rusia, tetapi

keputusan final masih dalam evaluasi

keputusan final masih dalam evaluasi. Tambahan pasokan minyak atau diesel Rusia

berpotensi meredakan tekanan harga, meskipun market kini tampaknya lebih

fokus pada risiko kerusakan infrastruktur energi di kawasan Teluk.

Ulasan Newsmaker: Fundamental

minyak masih cenderung bullish karena premi risiko geopolitik tetap tinggi.

Selama serangan kepada fasilitas energi dan kapal terus berlangsung, harga

minyak berpeluang bertahan di level tinggi

minyak berpeluang bertahan di level tinggi. Namun, jika arus pasokan dari

kawasan Teluk tetap lancar dan pasokan Rusia kembali meningkat, premi risiko

dapat berkurang dan membuka ruang bagi koreksi harga. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading