🏠 Beranda › Berita › Minyak Kembali Menguat, Serangan Riyadh …

Oil

Minyak Kembali Menguat, Serangan Riyadh dan Gangguan Pasokan Jadi Sorotan

📅 2026-10-12   🕐 21:17   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak mentah kembali

menguat pada perdagangan Senin setelah serangan mematikan kepada Bandara

Internasional King Khalid di Riyadh meningkatkan kekhawatiran kepada

stabilitas pasokan energi Timur Tengah

stabilitas pasokan energi Timur Tengah. Brent naik sekitar 2% ke US$106,81 per

barel, sementara WTI menguat 2,1% ke US$93,73. Eskalasi ini menambah premi

risiko geopolitik di tengah kondisi market energi yang masih sangat sensitif

kepada perkembangan kawasan.

Kelompok Houthi yang didukung

Iran di Yaman melancarkan serangan kepada bandara Riyadh pada Sabtu,

menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya

menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Ketegangan kembali

meningkat setelah koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengungkapkan menghadapi gelombang

serangan drone dan rudal yang diarahkan ke wilayah Saudi. Eskalasi tersebut

terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan

terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan

dengan Menteri Luar Negeri Saudi untuk membahas perkembangan dan upaya

meredakan situasi.

Di Eropa, risiko gangguan pasokan

energi juga masih merupakan perhatian setelah Presiden Ukraina Volodymyr

Zelenskyy menuduh Rusia melanggar gencatan senjata energi dengan kembali

menyerang fasilitas produksi gas Ukraina

menyerang fasilitas produksi gas Ukraina. Di sisi lain, prospek tambahan pasokan

Rusia ke peringkat internasional meningkat setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan Moskow

akan memasok lebih dari 4 juta ton diesel berdasarkan kesepakatan yang

dicapainya dengan Presiden Vladimir Putin.

Tekanan terhadap pasokan juga

datang dari Amerika Serikat. Sekitar 1,2 juta barel minyak per hari produksi di

Teluk Meksiko masih dihentikan akibat dampak Badai Isaias

Teluk Meksiko masih dihentikan akibat dampak Badai Isaias. Kondisi tersebut

menambah faktor bullish bagi harga minyak karena gangguan produksi AS terjadi

ketika risiko pasokan dari Timur Tengah kembali meningkat.

Newsmaker melihat, penguatan

minyak sekarang memaparkan bahwa premi risiko geopolitik kembali merupakan

faktor dominan di bursa. Tambahan pasokan Rusia dan pemulihan produksi AS dapat

membatasi kenaikan harga dalam jangka menengah, tetapi eskalasi Houthi-Saudi,

membatasi kenaikan harga dalam jangka menengah, tetapi eskalasi Houthi-Saudi,

risiko kepada jalur energi, serta gangguan produksi di Teluk Meksiko dapat

menjaga harga minyak tetap tinggi. Jika konflik meluas, tekanan kepada

inflasi dunia juga berpotensi meningkat kembali.(gn)

inflasi dunia juga berpotensi meningkat kembali.(gn)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures