🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί emas Rebound, Utang AS Jadi Penopang Bar…

Gold

Emas Rebound, Utang AS Jadi Penopang Baru

πŸ“… 2026-10-09   πŸ• 03:12   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga emas kembali sedikit naik pada perdagangan Kamis (8/10) setelah sejak awal jatuh lebih dari 1% dan menyentuh level terendah dalam dua bulan. Emas spot naik 0,4% ke sekitar US$4.126,78 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,4% ke US$4.157. Rebound terjadi ketika investor mulai menimbang ketidakpastian arah suku bunga The Fed dengan meningkatnya kekhawatiran kepada tingginya utang pemerintah AS.

Di satu sisi, dolar AS dan yield Treasury masih berada di level tinggi, sehingga merupakan hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Yield Treasury AS 10 tahun tetap elevated untuk sesi kedua berturut-turut. Suku bunga tinggi biasanya meningkatkan opportunity cost memegang emas karena investor memiliki alternatif instrumen yang memberikan yield lebih menarik. Kondisi tersebut sejak awal menjadi salah satu pemicu tekanan tajam kepada harga emas.

Namun, perhatian peringkat mulai bergeser pada risiko fiskal dan meningkatnya beban utang pemerintah. Kekhawatiran kepada membesarnya utang AS membuat sebagian investor kembali melihat emas sebagai instrumen alternatif terhadap aset berbasis mata uang fiat dan surat utang pemerintah. Pada saat yang sama, FOMC Minutes menyiratkan belum adanya konsensus penuh mengenai jalur suku bunga berikutnya, dengan sebagian pejabat melihat kenaikan diperlukan untuk meredam dampak kenaikan harga energi, sementara kelompok yang lebih hawkish menilai kenaikan diperlukan untuk menghadapi risiko inflasi dari sisi permintaan.

Ketidakpastian tersebut semakin terlihat dari pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller, yang mengungkapkan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan, tetapi pelaksanaannya tidak harus dilakukan secara berurutan. Bursa kini hanya memperkirakan peluang sekitar 17% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober, sementara peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 81%. Artinya, tekanan kepada emas masih ada, tetapi pasar juga belum sepenuhnya mengantisipasi jalur kenaikan suku bunga yang agresif dalam waktu dekat.

Newsmaker melihat, emas kini berada dalam fase tarik-menarik antara tekanan yield dan dolar dengan meningkatnya permintaan sebagai komoditi lindung nilai. Dalam jangka pendek, selama yield Treasury tetap tinggi, emas masih berisiko mengalami volatilitas dan tekanan lanjutan. Namun, jika kekhawatiran kepada utang AS semakin besar, yield mulai turun, atau ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali berkurang, ruang rebound emas dapat semakin terbuka. Selain faktor moneter, perkembangan geopolitik di sekitar Selat Hormuz juga perlu diperhatikan karena gangguan energi dapat kembali meningkatkan inflasi sekaligus memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading