🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Berbalik Turun, Diskon Saudi Reda…

Oil

Minyak Berbalik Turun, Diskon Saudi Redam Risiko Yemen

πŸ“… 2026-10-05   πŸ• 12:44   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak berbalik merosot setelah sempat mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan di Yaman. Brent turun ke sekitar US$101 per barel, sementara WTI bergerak di kisaran US$90 per barel pada perdagangan Senin (5/10). Tekanan utama datang dari keputusan Saudi Aramco memangkas harga jual resmi minyak Arab Light untuk pelanggan Asia.

Saudi Aramco menetapkan harga Arab Light untuk November sebesar US$5 per barel di bawah benchmark regional, level terendah sejak 2020. Pemangkasan tersebut berlawanan dengan ekspektasi sebagian pelaku peringkat yang di awal memperkirakan kenaikan harga, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa Saudi ingin menjaga daya saing di tengah membaiknya pasokan dunia.

Di sisi lain, risiko geopolitik tetap tinggi setelah pemerintah Yaman yang didukung Riyadh melancarkan operasi besar untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran kepada infrastruktur energi Saudi serta jalur pelayaran di Laut Merah dan Bab el-Mandeb.

Pasokan minyak mancanegara mulai menyiratkan pemulihan dibandingkan awal konflik

Pasokan minyak mancanegara mulai menyiratkan pemulihan dibandingkan awal konflik, sementara negara-negara G7 dan mitranya juga kembali melepas cadangan minyak darurat untuk menahan harga. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan pada peringkat, meskipun risiko gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya mereda.

OPEC+ pada akhir pekan memutuskan mempertahankan kuota produksi bulan depan sesuai rencana yang ada. Namun, dampak kebijakan tersebut relatif terbatas karena produksi sejumlah anggota masih berada di bawah level sebelum konflik, sementara keamanan jalur distribusi tetap merupakan perhatian utama.

Ulasan Newsmaker: Fundamental minyak di tengah berada di antara tekanan dari pemulihan pasokan, diskon agresif Saudi, dan pelepasan cadangan darurat, berhadapan dengan risiko geopolitik di Yaman dan Selat Hormuz. Selama arus minyak terus membaik, Brent berpotensi menghadapi tekanan menuju area US$95–US$100, namun eskalasi baru pada jalur pengiriman atau infrastruktur energi dapat dengan cepat mengembalikan premi risiko ke peringkat. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading