🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Stabil, Risiko Timur Tengah dan O…

Oil

Minyak Stabil, Risiko Timur Tengah dan OPEC+ Jadi Sorotan

πŸ“… 2026-10-05   πŸ• 07:33   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak bergerak relatif stabil pada awal pekan setelah

mengalami volatilitas dalam beberapa sesi terakhir. Berdasarkan koreksi

market, Brent berada di sekitar US$102,13 per barel, sementara WTI berada di

kisaran US$92,75 per barel

kisaran US$92,75 per barel. Peringkat masih menimbang risiko gangguan pasokan Timur

Tengah dengan keputusan OPEC+ yang mempertahankan kuota produksi bulan depan.

Faktor geopolitik kembali merupakan perhatian setelah pasukan

yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk merebut kembali

yang didukung Arab Saudi melancarkan operasi militer untuk merebut kembali

wilayah yang dikuasai kelompok Houthi di Yaman. Eskalasi tersebut berpotensi

meningkatkan risiko kepada jalur perdagangan energi, terutama setelah Houthi

menguasai kawasan strategis Bab el-Mandeb, yang merupakan salah satu jalur

menguasai kawasan strategis Bab el-Mandeb, yang merupakan salah satu jalur

penting pengiriman minyak antara Laut Merah dan Teluk Aden.

Di sisi lain, keputusan OPEC+ untuk mempertahankan kuota

produksi memberikan sinyal bahwa kelompok produsen utama belum mengambil

produksi memberikan sinyal bahwa kelompok produsen utama belum mengambil

langkah tambahan untuk meningkatkan pasokan. Kebijakan tersebut merupakan penting

ketika harga minyak kembali mendekati US$100 per barel dan gangguan pasokan

akibat konflik Timur Tengah masih berlangsung.

Tekanan kepada peringkat energi juga semakin besar karena

harga diesel telah mencapai level tinggi, mendorong sejumlah negara G7

mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis

mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis. Kondisi ini menjelaskan

bahwa persoalan market kini bukan hanya terkait pasokan minyak mentah,

tetapi juga ketersediaan produk olahan seperti diesel yang berperan penting

dalam aktivitas ekonomi mancanegara.

Secara teknikal, gerakan pada grafik menyiratkan Brent

masih berada dalam tren naik sejak titik rendah sekitar US$70 pada Juli,

meskipun harga mengalami koreksi setelah sempat mendekati US$110 pada

meskipun harga mengalami koreksi setelah sempat mendekati US$110 pada

September. Indikator Stochastic RSI mulai bergerak naik dari area rendah,

mengindikasikan momentum pemulihan jangka pendek mulai terbentuk, tetapi harga

masih menghadapi area resistance di sekitar US$104–US$108

masih menghadapi area resistance di sekitar US$104–US$108.

Ke depan, peringkat minyak akan sangat bergantung pada

perkembangan konflik Timur Tengah, keamanan jalur Bab el-Mandeb dan Hormuz,

serta kebijakan OPEC+

serta kebijakan OPEC+. Selama gangguan pasokan masih merupakan risiko utama,

Brent berpotensi mempertahankan premi geopolitik, sementara setiap tanda

de-eskalasi atau pemulihan pasokan yang lebih kuat dapat kembali menekan harga

minyak.(gn)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading