🏠 Beranda › Berita › Minyak Bertahan Tinggi, Eskalasi AS–Iran…
Oil
Minyak Bertahan Tinggi, Eskalasi AS–Iran Bayangi Pasokan
- mendekati US$93, bersamaan market merespons pengerahan kapal induk tambahan dan
- sementara rendahnya persediaan setelah penurunan selama enam bulan membuat
- setelah UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal tanker terkena
- menyiratkan meningkatnya perhatian kepada perlindungan infrastruktur energi
- mulai memberikan sedikit tekanan kepada harga
- mentah ke kapal tanker sepanjang September, mengindikasikan akses ekspornya
- merupakan perhatian karena pemerintahan AS mendorong negara-negara Eropa untuk
- Hormuz, serta kemampuan produsen Timur Tengah mempertahankan arus ekspor
Harga minyak bertahan di level
tinggi setelah mencatat kenaikan lebih dari 6% dalam dua sesi di awal. Brent
untuk pengiriman Desember berada di kisaran US$102 per barel, sementara WTI
mendekati US$93, bersamaan market merespons pengerahan kapal induk tambahan dan
mendekati US$93, bersamaan market merespons pengerahan kapal induk tambahan dan
sekitar 10.000 personel AS ke Timur Tengah yang meningkatkan risiko eskalasi
konflik dengan Iran.
Koreksi minyak tetap volatil
karena investor menimbang pemulihan arus pasokan Timur Tengah dengan potensi
gangguan baru. Brent masih mencatat kenaikan hampir 70% sepanjang tahun,
sementara rendahnya persediaan setelah penurunan selama enam bulan membuat
sementara rendahnya persediaan setelah penurunan selama enam bulan membuat
market lebih sensitif kepada setiap gangguan pasokan.
Risiko tersebut kembali terlihat
setelah UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal tanker terkena
setelah UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal tanker terkena
proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz. Laporan mengenai pengerahan
tambahan sistem pertahanan rudal Patriot AS ke Arab Saudi dan Qatar juga
menyiratkan meningkatnya perhatian kepada perlindungan infrastruktur energi
menyiratkan meningkatnya perhatian kepada perlindungan infrastruktur energi
di kawasan.
Di sisi lain, pemulihan pasokan
mulai memberikan sedikit tekanan kepada harga
mulai memberikan sedikit tekanan kepada harga. Arus minyak Timur Tengah
sejak lama dilaporkan telah mendekati level sebelum konflik, meskipun pasokan
bahan bakar belum sepenuhnya pulih. Iran juga disebut tidak memuat minyak
mentah ke kapal tanker sepanjang September, mengindikasikan akses ekspornya
mentah ke kapal tanker sepanjang September, mengindikasikan akses ekspornya
masih menghadapi hambatan.
Kondisi bursa bahan bakar turut
merupakan perhatian karena pemerintahan AS mendorong negara-negara Eropa untuk
merupakan perhatian karena pemerintahan AS mendorong negara-negara Eropa untuk
membantu mengatasi kekurangan pasokan diesel. Menteri Keuangan AS Scott Bessent
meminta mitra Eropa mempertimbangkan pelepasan cadangan solar guna membantu
meredakan tekanan pasar.
Ke depan, arah harga Brent dan
WTI akan sangat bergantung pada perkembangan konflik AS-Iran, kondisi Selat
Hormuz, serta kemampuan produsen Timur Tengah mempertahankan arus ekspor
Hormuz, serta kemampuan produsen Timur Tengah mempertahankan arus ekspor.
Selama risiko gangguan pasokan tetap tinggi dan persediaan berada pada level
rendah, volatilitas market minyak berpotensi tetap merupakan perhatian utama
investor.(gn)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.