🏠 Beranda › Berita › emas Menguat Jelang NFP, Dolar dan Yield…

Gold

Emas Menguat Jelang NFP, Dolar dan Yield Masih Jadi Penghambat

📅 2026-10-02   🕐 12:38   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas (XAU/USD) bergerak menguat pada perdagangan Jumat (2/10) setelah sempat tertekan pada sesi Asia. Spot gold berada di sekitar US$4.184,45 per troy ounce, tetapi masih menuju penurunan mingguan lebih dari 2%. Penguatan dolar AS dan yield Treasury yang tetap tinggi membuat kenaikan emas masih terbatas.

Fokus utama bursa kini tertuju pada laporan Non-Farm Payrolls (NFP) September. Konsensus memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 90.000 pekerjaan, turun dari 162.000 pada Agustus, sementara tingkat pengangguran ditaksir tetap di 4,1%. Data upah juga akan dicermati karena dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan arah kebijakan Federal Reserve.

Dari sisi kebijakan moneter, sejumlah pejabat The Fed mulai menyiratkan sikap lebih berhati-hati kepada kenaikan bunga berikutnya. Bursa kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober hanya sekitar 28%, turun tajam dari sekitar 70% pada awal pekan. Namun, peluang kenaikan pada Desember masih berada di sekitar 82%, sehingga tekanan kebijakan moneter belum sepenuhnya hilang.

Tekanan kepada emas juga datang dari bursa obligasi

Tekanan kepada emas juga datang dari bursa obligasi. Yield Treasury 10 tahun sejak awal menyentuh 5,34%, tertinggi sejak 2002, sebelum sedikit turun. Pada saat yang sama, dolar AS bertahan dekat level tertinggi dalam 17 bulan, membuat emas yang dihargakan dalam dolar merupakan lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.

Risiko geopolitik masih memberikan dukungan terbatas kepada permintaan safe haven. Amerika Serikat dilaporkan menambah kekuatan militernya di Timur Tengah, termasuk pengerahan gugus kapal induk tambahan dan ribuan personel, sementara ketegangan di kawasan Teluk tetap membuat peringkat waspada terhadap potensi gangguan energi.

Tinjauan Newsmaker: Emas memasuki sesi NFP dengan posisi yang cukup sensitif. Data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali mendorong dolar dan yield sehingga menekan XAU/USD, sedangkan NFP yang lebih lemah berpotensi memperbesar ekspektasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan bunga dan membuka ruang pemulihan emas. Dengan tekanan makro dan geopolitik sama-sama tinggi, volatilitas kemungkinan meningkat menjelang dan setelah rilis data. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures