π Beranda βΊ Berita βΊ emas Coba Pulih, Tapi Tekanan Fed Masih β¦
Gold
Emas Coba Pulih, Tapi Tekanan Fed Masih Membayangi
- dan menyentuh level terendah dalam tujuh pekan, namun kenaikan masih terbatas
- Tekanan tersebut membuat emas kehilangan daya tarik karena investor mulai
- setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi masih
- tinggi setelah di awal mencatat kenaikan signifikan akibat kekhawatiran
- mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama indikator inflasi
- Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga atau mulai memberikan
Harga emas bergerak melonjak tipis
pada perdagangan Selasa (29/9)setelah mengalami tekanan besar pada sesi
sejak lama. Logam mulia mencoba melakukan pemulihan setelah anjlok hampir 4%
dan menyentuh level terendah dalam tujuh pekan, namun kenaikan masih terbatas
dan menyentuh level terendah dalam tujuh pekan, namun kenaikan masih terbatas
karena investor tetap mencermati prospek kebijakan moneter ketat dari Federal
Reserve (The Fed).
Harga emas spot bergerak di
sekitar $4.140β$4.150 per ounce, setelah di awal turun menuju area $4.113
akibat lonjakan imbal hasil Treasury Amerika Serikat dan penguatan dolar.
Tekanan tersebut membuat emas kehilangan daya tarik karena investor mulai
Tekanan tersebut membuat emas kehilangan daya tarik karena investor mulai
melihat instrumen berbasis imbal hasil seperti obligasi merupakan lebih menarik
dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan bunga.
Faktor utama yang masih membebani
emas berasal dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Peringkat
memperkirakan peluang kenaikan suku bunga tambahan pada Oktober semakin besar
setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi masih
setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi masih
membutuhkan kebijakan moneter ketat. Kenaikan harga energi akibat ketegangan
Timur Tengah juga meningkatkan risiko inflasi sehingga memperkuat ekspektasi
pengetatan kebijakan.
Selain kebijakan The Fed, dolar
AS yang bertahan di sekitar level tertinggi dua bulan turut merupakan tekanan
bagi emas. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas merupakan lebih mahal bagi
pemegang mata uang lain, sehingga dapat mengurangi permintaan mancanegara kepada
logam mulia. Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS masih berada pada level
tinggi setelah di awal mencatat kenaikan signifikan akibat kekhawatiran
tinggi setelah di awal mencatat kenaikan signifikan akibat kekhawatiran
inflasi dan risiko geopolitik.
Ke depan, pelaku pasar akan
mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama indikator inflasi
mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama indikator inflasi
Personal Consumption Expenditures (PCE) dan laporan tenaga kerja Non-Farm
Payrolls (NFP). Data tersebut akan merupakan kunci dalam menentukan apakah The
Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga atau mulai memberikan
Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga atau mulai memberikan
sinyal perubahan kebijakan, yang pada akhirnya akan menentukan arah gerakan
emas berikutnya.(mrv)*