🏠 Beranda › Berita › Minyak Kembali Naik, Kebuntuan Hormuz Ja…
Oil
Minyak Kembali Naik, Kebuntuan Hormuz Jadi Perhatian Pasar
- Donald Trump menolak persyaratan tersebut
- sejumlah analis menilai kenaikan minyak berpotensi terbatas karena pasar
- negosiasi serta volume minyak yang berhasil melewati jalur tersebut
- berpotensi segera menerima pengiriman minyak Iran terakhirnya, sementara jumlah
- yang mendorong negosiasi kembali ke meja perundingan
- Houthi yang mengarah ke Riyadh serta rudal menuju Khamis Mushait
- Pasar minyak kini masih berada di antara dua psikologi pasar
- seperlima pasokan minyak mentah dan LNG dunia sejak awal melewati jalur
Harga minyak kembali melonjak karena ketidakpastian pembukaan
kembali Selat Hormuz meningkat setelah Iran tetap mempertahankan usulan agar
jalur strategis tersebut dibuka dalam waktu tujuh hari, sementara Presiden AS
Donald Trump menolak persyaratan tersebut
Donald Trump menolak persyaratan tersebut. Brent kembali bergerak di kisaran
US$106 per barel, sedangkan WTI berada di atas US$93 per barel. Trump menyebut
Iran telah bertindak terlalu jauh, meski negosiasi antara kedua pihak
kemungkinan dapat kembali berlangsung pekan ini.
Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan
risiko keterlambatan normalisasi arus energi melalui Hormuz. Meski demikian,
sejumlah analis menilai kenaikan minyak berpotensi terbatas karena pasar
sejumlah analis menilai kenaikan minyak berpotensi terbatas karena pasar
di awal memang tidak terlalu mengharapkan pembukaan selat dalam waktu tujuh
hari. Fokus utama investor kini bergeser pada perkembangan nyata dalam
negosiasi serta volume minyak yang berhasil melewati jalur tersebut
negosiasi serta volume minyak yang berhasil melewati jalur tersebut.
Ketidakpastian geopolitik juga diperkuat oleh tekanan
kepada pasokan minyak Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut China
berpotensi segera menerima pengiriman minyak Iran terakhirnya, sementara jumlah
berpotensi segera menerima pengiriman minyak Iran terakhirnya, sementara jumlah
minyak Iran yang masih berada dalam perjalanan relatif terbatas. Kondisi ini
dapat meningkatkan tekanan ekonomi kepada Teheran sekaligus merupakan faktor
yang mendorong negosiasi kembali ke meja perundingan
yang mendorong negosiasi kembali ke meja perundingan.
Di sisi lain, risiko gangguan pasokan masih datang dari
kawasan Teluk. Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat drone
Houthi yang mengarah ke Riyadh serta rudal menuju Khamis Mushait
Houthi yang mengarah ke Riyadh serta rudal menuju Khamis Mushait. Ancaman
kepada wilayah sekitar Abha dan Jazan juga merupakan perhatian karena terdapat
fasilitas energi milik Saudi Aramco di kawasan tersebut.
Pasar minyak kini masih berada di antara dua psikologi pasar
Pasar minyak kini masih berada di antara dua psikologi pasar
utama: harapan diplomasi yang dapat menormalkan pasokan dan risiko konflik yang
berpotensi mengganggu jalur energi. Selat Hormuz merupakan kunci karena sekitar
seperlima pasokan minyak mentah dan LNG dunia sejak awal melewati jalur
seperlima pasokan minyak mentah dan LNG dunia sejak awal melewati jalur
tersebut. Selama belum ada kepastian pembukaan kembali, premi risiko geopolitik
masih berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi.