emas Stabil di Kisaran US$4.650, Pasar Tunggu Data PCE AS
Harga emas bergerak stabil di atas US$4.650 per troy ounce pada perdagangan Asia, Rabu (26/8). XAU/USD masih bergerak dua arah dalam dua sesi terakhir, tetapi tetap berada di dekat level tertinggi sejak 14 Mei.
Pelaku pasar sekarang memilih menunggu rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat. Data ini jatuh ke salah satu indikator inflasi penting bagi Federal Reserve dan dapat memberikan petunjuk baru terkait arah suku bunga AS.
Selain data PCE, investor juga menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole. Pernyataan Warsh akan dicermati untuk melihat apakah bank sentral masih mempertahankan nada hawkish atau mulai lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Dukungan kepada emas datang dari meredam
Dukungan kepada emas datang dari meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Pasar kini semakin mengisyaratkan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan 15β16 September, setelah tekanan harga mulai mendingin dan pasar tenaga kerja menjelaskan tanda perlambatan.
Yield obligasi Treasury AS juga kembali mengalami penurunan akibat strategi buyback dari Departemen Keuangan AS. Dua pejabat senior menyebut Treasury dapat menggunakan hampir US$1 triliun dari General Account untuk membiayai rencana pembelian kembali obligasi tenor panjang.
Penurunan imbal hasil membuat dolar AS tetap berada dalam tekanan. Kondisi ini berubah jadi katalis positif bagi emas, karena logam mulia yang tidak memberikan hasil bunga yang tidak seimbang ketika hasil dan dolar merosot.
Dari sisi geopolitik, harga minyak turun
Dari sisi geopolitik, harga minyak turun ke level terendah hampir dua pekan setelah Iran menyatakan telah memulai kembali pembicaraan dengan Oman untuk mengatur lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz. Kedua negara juga membahas koridor navigasi sementara melalui jalur strategi tersebut.
Harapan diplomasi semakin meningkat setelah AS menawarkan sanksi keringanan kepada Iran dan mengakhiri blokade laut sebagai ketidakseimbangan atas pembukaan kembali Selat Hormuz serta izin serangan oleh proksi regionalnya. Perkembangan ini menekan harga minyak, meredakan kekhawatiran inflasi energi, dan menambah beban dolar AS.
Analisa Newsmaker: Emas masih berada dalam struktur bullish selama mampu bertahan di atas area US$4.650βUS$4.630. Pelemahan imbal hasil, tekanan bagi dolar AS, serta meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih berubah jadi faktor pendukung utama. Namun, level US$4.700 tetap menjadi resistensi psikologis penting. Jika data PCE lebih jinak dan pidato Warsh tidak terlalu hawkish, XAU/USD berpeluang menguji kembali area US$4.700. Sebaliknya, jika PCE lebih panas, emas berisiko terkoreksi karena dolar dan imbal hasil dapat kembali melonjak. (asd)*
π° Sumber asli: Newsmaker.id
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.