Silver Terpukul, Rate Hike Kembali Mengintai

πŸ“… 2026-08-27
πŸ•
πŸ“° Sumber: Newsmaker.id

Harga perak merosot pada perdagangan Rabu (26/8) setelah data inflasi AS membuat ekspektasi kebijakan Federal Reserve kembali sedikit lebih hawkish. Spot silver terakhir berada di sekitar US$67,91 per troy ons, turun sekitar 1,1%, setelah di awal masih bergerak di atas US$68. Tekanan juga terlihat pada emas yang turun lebih dari 1%, menyiratkan peringkat logam mulia secara luas terkena aksi jual setelah rilis data AS.

Tekanan utama datang dari PCE Price Index Juli yang naik 0,2% secara bulanan, lebih tinggi dari perkiraan 0,1%. Secara tahunan, inflasi headline bertahan di 3,7%, juga lebih tinggi dari konsensus 3,6%. Sementara Core PCE naik 0,2% bulanan dan tetap 3,3% tahunan, sesuai ekspektasi tetapi masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.

Data ekonomi lainnya juga menyiratkan ekonomi AS belum kehilangan banyak tenaga. Pertumbuhan GDP kuartal II dipertahankan di 1,5%, sementara belanja konsumen kuartalan direvisi naik berubah jadi 3,4%. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan aktivitas ekonomi yang cukup tahan banting membuat market kembali mempertimbangkan kemungkinan bahwa The Fed belum selesai dengan kebijakan ketatnya.

Reaksi peringkat langsung terlihat pada dolar

Reaksi peringkat langsung terlihat pada dolar dan obligasi. Dollar Index naik sekitar 0,2% ke 99,12, sementara yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak naik ke sekitar 4,65%. Probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada September meningkat jatuh ke sekitar 40%, dari sekitar 36% sebelum data keluar. Kondisi dolar dan yield yang lebih tinggi menjadi kombinasi negatif bagi silver karena logam tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Dari sisi geopolitik, perkembangan Iran–Oman memang membantu mengurangi sebagian premi risiko logam mulia, tetapi situasinya belum sepenuhnya selesai. Kedua negara telah mencapai kemajuan mengenai Selat Hormuz, namun Iran menegaskan jalur tersebut tidak akan dibuka kembali jika AS tidak menerima persyaratan yang diajukan. Artinya, risiko geopolitik masih dapat memberikan bantalan kepada silver jika negosiasi kembali memburuk.

Ulasan Newsmaker: fundamental jangka pendek silver di tengah berubah jatuh ke bearish-konsolidatif setelah PCE memperkuat dolar, yield, dan peluang rate hike. Area US$67–US$68 kini menjadi zona penting untuk mempertahankan struktur kenaikan sejak lama. Jika tekanan dolar berlanjut, silver berisiko menguji area lebih rendah. Sebaliknya, kembalinya harga di atas US$68,50–US$69 dapat menyiratkan buyer mulai masuk lagi. Katalis besar berikutnya adalah pidato Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat; nada hawkish berpotensi menekan silver lebih jauh, sedangkan sikap lebih hati-hati dapat memicu rebound. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“° Sumber asli: Newsmaker.id

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures