#AnalisisPasarEmas
#Dekat
#Tertinggi

NEWS MAKER 23
News Maker 23 – News Yen Jepang menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Asia, Senin, setelah data inflasi Jepang yang lebih kuat memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan. USD/JPY melanjutkan pelemahan untuk hari kedua dan bergerak di sekitar 158,80. Penguatan yen terjadi setelah inflasi Jepang mencatat percepatan selama dua bulan berturut-turut. Tekanan harga yang lebih tinggi membuat pasar semakin yakin bahwa BoJ dapat menaikkan suku bunga paling cepat pada September, sejalan dengan komentar hawkish Gubernur Kazuo Ueda mengenai percepatan normalisasi kebijakan moneter. Strategis Scotiabank menilai data inflasi terbaru Jepang semakin memperkuat keyakinan bahwa BoJ akan mengetatkan kebijakan pada bulan depan. Pasar swap juga mulai mencerminkan peluang kenaikan sekitar 20 basis poin, sementara yen tercatat menguat sekitar 0,4% terhadap dolar AS yang sedang melemah. Tekanan terhadap USD/JPY juga datang dari pelemahan dolar AS setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengejutkan pasar dengan rencana menggandakan pembelian kembali utang pemerintah tenor panjang. Langkah ini dilakukan untuk menahan lonjakan yield obligasi yang sebelumnya menekan pasar keuangan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut program buyback dapat diperbesar melampaui US$4 miliar. Kebijakan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa yield yang tinggi tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi AS, sehingga ikut menekan daya tarik dolar dalam jangka pendek.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabunglah dengan Seputar Forex – untuk investasi saham, valuta asing, dan emas.
Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih peluang profit trading terbaik.