Analisis Minyak Naik ke Tertinggi Sepekan, Hormuz Masih Jadi Ancaman - Data Pasar 2026-08-12

Analisis Minyak Naik ke Tertinggi Sepekan, Hormuz Masih Jadi Ancaman - Data Pasar 2026-08-12

Minyak Naik ke Tertinggi Sepekan, Hormuz Masih Jadi Ancaman

Harga Minyak kembali menguat pada perdagangan Selasa (11/8) dan mencapai level penutupan tertinggi dalam sekitar satu pekan. Brent naik 1,4% ke US$88,91 per barel, sementara WTI menguat 1,3% ke US$83,20. Keduanya mencatat penutupan tertinggi sejak 31 Juli.
Kenaikan ini melanjutkan lonjakan sekitar 5% pada sesi sebelumnya, ketika Pasar mulai meragukan peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian tersebut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi di Timur Tengah akan berlangsung lebih lama.
Sekretaris baru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup selama AS belum mengubah sikap dan memenuhi syarat-syarat Iran untuk mengakhiri perang. Sebelum konflik dimulai, sekitar 20% pasokan Minyak dunia melewati jalur strategis tersebut.
Data pelayaran juga menunjukkan aktivitas kapal melalui Hormuz masih sangat rendah. Hanya sekitar enam kapal yang melintas pada Senin, dibanding rata-rata 10 hari sekitar 11 kapal. Sebelum perang, lalu lintas harian di jalur tersebut mencapai sekitar 125–140 kapal.
Ketegangan juga meluas ke kawasan Laut Merah dan Bab el-Mandeb. Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan menyerang kapal Saudi yang membawa perlengkapan militer, sementara serangan lain terhadap kapal kontainer turut menambah kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan energi.
Analisis Newsmaker: Selama Hormuz belum dibuka normal dan ketegangan regional masih tinggi, harga Minyak berpeluang tetap ditopang oleh premi risiko pasokan. Brent kini semakin dekat ke US$90, dan penembusan level tersebut dapat membuka ruang kenaikan lanjutan. Namun, setiap sinyal nyata menuju kesepakatan AS-Iran tetap berpotensi memicu koreksi tajam.(yds)
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.