
Minyak Turun Saat Gencatan Israel-Iran, Pasokan Hormuz Masih Terbatas
Harga Minyak turun pada hari Selasa (9/6), menghapus kenaikan sesi sebelumnya, setelah Iran dan Israel mengumumkan penghentian serangan satu sama lain menyusul seruan dari Presiden AS Donald Trump. Meski begitu, kedua pihak memperingatkan bahwa serangan dapat dilanjutkan jika kondisi berubah.
Brent crude futures turun $1,65 atau 1,75% menjadi $92,60 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun $2,19 atau 2,4% menjadi $89,11 per barel. Kenaikan harga 5% pada hari Senin dipicu oleh serangan Israel terhadap Iran dan bentrokan di Lebanon selama akhir pekan.
Pakar PVM Oil Associates Tamas Varga menekankan bahwa meskipun ketegangan mereda sementara, stok Minyak global tetap menipis. Jika data persediaan menunjukkan kekurangan signifikan, harga Brent bisa kembali menembus $100 per barel. Pasokan juga masih terbatas karena Iran memblokir sebagian besar pengiriman melalui Selat Hormuz, sementara AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Commerzbank mencatat bahwa harapan untuk kesepakatan cepat yang bisa memulihkan aliran Minyak melalui Hormuz mengalami kemunduran, menandakan volatilitas Pasar tetap tinggi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan Strategi Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.