
USD/JPY Tertahan di 157, Ini Arah Selanjutnya!
Pasangan USD/JPY bergerak terbatas di sekitar level 157,00 pada perdagangan Senin, setelah sempat melemah ke area 156,60 di sesi Asia. Pergerakan ini terjadi karena Dolar AS kembali mendapat minat beli, sementara yen Jepang masih ditopang kekhawatiran intervensi otoritas Jepang.
Dolar AS menguat seiring meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mulai memandu kapal-kapal netral keluar dari Selat Hormuz melalui operasi bernama Project Freedom. Ia juga menegaskan bahwa gangguan terhadap proses tersebut dapat direspons dengan kekuatan.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari Iran. Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memperingatkan bahwa setiap campur tangan AS di jalur strategis Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Selain faktor geopolitik, Dolar juga mendapat dukungan dari komentar pejabat The Fed. Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan konflik Iran yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko inflasi dan merusak ekonomi, bahkan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika ketidakpastian terus meningkat.
Meski demikian, Penguatan USD/JPY masih tertahan oleh kekhawatiran intervensi Jepang. Laporan menyebut otoritas Jepang kemungkinan telah masuk ke Pasar sekitar 1 Mei untuk menopang yen yang melemah. Kondisi ini membuat pelaku Pasar cenderung berhati-hati sebelum mendorong USD/JPY naik lebih jauh.(asd)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.