
Pasar Risk-Off, AUD Kena Hantam
Dolar Australia (AUD) melemah pada hari Kamis (8/1) terhadap mayoritas mata uang G10 setelah komentar Wakil Gubernur RBA, Andrew Hauser, meredam spekulasi kebijakan yang lebih ketat dalam waktu dekat. Hauser menegaskan RBA cenderung melihat inflasi dalam horizon 1–2 tahun, bukan bereaksi berlebihan terhadap satu rilis data saja—membuat AUD kehilangan momentum.
Sentimen risk-off juga ikut menekan AUD, seiring pelemahan ekuitas Asia yang mendorong investor merapat ke aset safe haven. Indikator saham kawasan Asia Pasifik terpantau turun sekitar 0,8%, membuat yen, franc Swiss, dan Dolar AS relatif lebih stabil dibanding mata uang berisiko.
AUD/USD melemah ke 0,6698. Sementara itu, USD/JPY berada di sekitar 156,59, dan USD/CHF di area 0,7970.
Di sisi Dolar AS, indeks Dolar bergerak cenderung stabil di kisaran 98,7, setelah menguat dalam dua sesi terakhir. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun juga turun tipis dan bertahan di area 4,13%, menjaga pergerakan Dolar tidak terlalu agresif.
Pasar kini menahan posisi besar sambil menunggu dua katalis utama pada Jumat: rilis Non-Farm Payrolls (NFP) Desember serta potensi putusan terkait Tarif global. Di G10, EUR/USD stabil di sekitar 1,1681, sementara GBP/USD bertahan di area 1,3460. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.