Tiga Data Tenaga Kerja AS Kompak Menguat, Emas Terjebak Tekanan Jual
Tiga Data Tenaga Kerja AS Kompak Menguat, Emas Terjebak Tekanan Jual

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Tiga Data Tenaga Kerja AS Kompak Menguat…

Gold

Tiga Data Tenaga Kerja AS Kompak Menguat, emas Terjebak Tekanan Jual

πŸ“… 2026-11-06   πŸ• 20:58   ⏱️ 1 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Tingkat pengangguran Amerika Serikat memaparkan perbaikan setelah data Unemployment Rate turun merupakan 4,1%, lebih rendah dibandingkan perkiraan market sebesar 4,2% dan angka di awal yang juga berada pada level 4,2%. Penurunan tersebut memberikan sinyal positif kepada kondisi pasar tenaga kerja AS yang tetap tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Hasil ini sekaligus memperlihatkan bahwa tekanan pelemahan sektor ketenagakerjaan belum menjadi ancaman dominan bagi perekonomian Amerika Serikat, sehingga memperkuat keyakinan investor terhadap ketahanan aktivitas ekonomi domestik.

Perbaikan tingkat pengangguran tersebut semakin memperkuat gambaran positif bursa tenaga kerja setelah data Non-Farm Employment Change mencatat penambahan 165.000 pekerjaan, jauh melampaui perkiraan sebanyak 65.000. Pada saat bersamaan, pertumbuhan upah rata-rata per jam atau Average Hourly Earnings meningkat 0,4%, lebih tinggi dibandingkan proyeksi 0,3%. Kombinasi ketiga indikator tersebut menjelaskan bahwa pertumbuhan lapangan kerja, pendapatan pekerja, dan tingkat pengangguran bergerak ke arah yang mencerminkan ketahanan pasar tenaga kerja. Kondisi ini berpotensi menopang konsumsi masyarakat yang selama ini merupakan salah satu penggerak utama perekonomian AS.

Bagi Federal Reserve (The Fed), penurunan tingkat pengangguran yang disertai lonjakan penciptaan lapangan kerja dan percepatan pertumbuhan upah merupakan alasan tambahan untuk mempertahankan pendekatan hati-hati dalam menentukan kebijakan moneter. Ketahanan market tenaga kerja mengurangi kebutuhan mendesak untuk memangkas suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, kenaikan upah yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi mempertahankan tekanan inflasi melalui peningkatan daya beli masyarakat dan biaya operasional perusahaan. Situasi tersebut dapat mendorong The Fed mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama hingga terdapat bukti yang lebih meyakinkan bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju target 2%.(CP)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker