Minyak Rebound, Diplomasi AS-Iran Dinanti
Minyak Rebound, Diplomasi AS-Iran Dinanti

🏠 Beranda β€Ί Berita β€Ί Minyak Rebound, Diplomasi AS-Iran Dinant…

Oil

Minyak Rebound, Diplomasi AS-Iran Dinanti

πŸ“… 2026-11-06   πŸ• 03:42   ⏱️ 2 menit baca   πŸ“° Sumber: Newsmaker.idπŸ’¬ WAπŸ“˜ FB🐦 X

Harga minyak kembali melonjak pada Kamis (5/11) setelah sejak awal anjlok lebih dari 8% akibat kemenangan Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS. Brent naik 3,9% merupakan US$98,29 per barel, sementara WTI menguat 2,7% ke US$90,52 per barel. Rebound terjadi ketika investor kembali mempertimbangkan prospek hubungan AS-Iran dan pemulihan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Kemenangan Demokrat yang menguasai Kongres meningkatkan ekspektasi bahwa Presiden Donald Trump akan menghadapi tekanan politik lebih besar untuk mencari penyelesaian diplomatik atas konflik dengan Iran. Kondisi tersebut di awal memicu aksi jual tajam karena peringkat melihat peluang berakhirnya konflik dan pulihnya arus pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Namun, market masih menghadapi ketidakpastian karena Kongres baru akan mulai bertugas pada 3 Januari. Artinya, masih terdapat waktu bagi pemerintahan Trump untuk mengambil keputusan terkait konflik sebelum perubahan komposisi Kongres berlaku. Risiko eskalasi kembali tetap merupakan perhatian pelaku pasar.

Di sisi lain, premi harga minyak untuk pengiriman jangka pendek mulai menyempit

Di sisi lain, premi harga minyak untuk pengiriman jangka pendek mulai menyempit. Selisih antara kontrak Brent terdekat turun merupakan di bawah US$2,50 per barel dari lebih dari US$5 pada pertengahan Oktober. Gerakan tersebut menjelaskan kekhawatiran kepada kelangkaan pasokan dalam waktu dekat mulai mereda bersamaan meningkatnya harapan terhadap penyelesaian konflik.

Pasokan minyak dari Timur Tengah juga mulai pulih. JPMorgan memperkirakan bursa minyak dunia kembali mengalami surplus 1,1 juta barel per hari pada September, kemudian melebar merupakan 1,4 juta barel per hari pada Oktober. Ekspor minyak Timur Tengah meningkat menjadi sekitar 20,7 juta barel per hari pada Oktober, jauh di atas level terendah 9,8 juta barel per hari pada Maret.

Meski pasokan mulai pulih, jalur pengiriman melalui Selat Hormuz masih menghadapi risiko keamanan dan biaya pengiriman yang tinggi. Kondisi tersebut membuat pemulihan arus energi belum sepenuhnya normal. Selain itu, persediaan minyak mentah AS turun 865.000 barel merupakan 409,8 juta barel pada pekan terakhir, sementara stok produk distilasi turun 3,6 juta barel menjadi 99,3 juta barel.

Ulasan Newsmaker: rebound harga minyak kini menjelaskan market masih menyeimbangkan dua faktor utama, yaitu harapan diplomasi AS-Iran dan risiko gangguan pasokan. Jika negosiasi berjalan positif, tekanan harga dapat berlanjut karena pasokan kembali normal dan surplus semakin besar. Namun, setiap eskalasi baru sebelum Kongres baru mulai bertugas berpotensi kembali mengangkat harga minyak secara tajam.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
πŸ“– Baca juga: Glossarium Trading

πŸ“° Sumber asli: newsmaker